Foto: citylink.co

PROGRES.ID, JAKARTA – Pilot Citilink kedapatan berjalan sempoyongan dan meracau sesaat sebelum menerbangkan pesawat jurusan Surabaya-Jakarta dengan nomor penerbangan QG 800 pada Rabu (28/12/16) kemarin.

Pria yang diketahui bernama Kapten Tekad Purnama (32) merupakan pilot yang sudah mengantongi ribuan jam terbang. Dia mulai bekerja di Citilink sejak Maret 2016. Bahkan Sebelumnya, dia bekerja di maskapai AirAsia dengan total 4.800 jam terbang.

Dikutip dari Liputan6.com, Vice President Communication Citilink, Benny S Butarbutar menampik pihaknya lalai sehingga pilot bernama Tekad Purnama tersebut lolos dari pemeriksaan medis dan sampai di kokpit pesawat QG800.

Lebih lanjut, menurut Benny, Tekad datang terlambat sehingga tidak ikut briefing penerbangan terlebih dulu.
“Seharusnya dia kan datang dua atau satu jam sebelum berangkat, tapi ini malah datang 15 menit sebelum terbang. Ini kan termasuk tindakan yang tidak profesional,” kata Benny.

Sebuah rekaman video yang tengah viral di media sosial memperlihatkan seorang pilot yang jalan sempoyongan tengah memasuki pintu pemeriksaan bandara. Pria yang mengenakan pakaian pilot itu terlihat tak fokus saat diperiksa petugas.

Bahkan ketika akan mengambil tas dari mesin pemindai, sang pilot tak sadar kalau isi tasnya berjatuhan. Para petugas bandara kemudian membantu mengambilkan barang-barang milik pilot tersebut. Tak hanya sampai di situ, dalam video berdurasi 1 menit 26 detik kemudian terlihat topi dan kacamata milik sang pilot terjatuh, yang kemudian dengan sempoyongan diambil dari lantai.

Meski Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pilot yang akan menerbangkan pesawat jurusan Surabaya-Jakarta itu mabuk. Namun, pihak Citilink sendiri belum mengambil kesimpulan apakah si pilot itu mabuk atau tidak, karena masih melakukan pemeriksaan. Benny menyatakan belum ada kesimpulan bahwa pilot itu mabuk atau tidak.
Namun akibat ulahnya, Tekad diberhentikan dari pekerjaannya. Langkah tersebut diambil setelah Citilink menggelar pemeriksaan mendalam secara internal.

“Berdasarkan penelusuran dan juga laporan yang diterima, manajemen Citilink Indonesia sampai pada suatu sikap terkait dengan peristiwa tersebut, Citilink mengambil tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap pilot yang bersangkutan,” kata Presiden dan Direktur Utama Citilink Albert Burhan.

Imbas dari peristiwa tersebut Albert yang merupakan pejabat eksekutif tertinggi (CEO) PT. Citylink Indonesia mundur dari jabatannya. Selain itu, Direktur Operasional PT Citylink Indonesia Hadinoto juga ikut mundur dari jabatanya. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.