PROGRES.ID, KEPAHIANG – Bunga Rafflesia Arnoldi (Rafflesia Arnoldii) mekar sempurna di lahan warga di sekitar hutan Bukit Daun Register 5 Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang.  Bunga ini memiliki diameter  15 centimeter dan lebar kelopak masing-masing  8 centimeter.

Pengunjung dari luar Kepahiang pun mulai berdatangan dan mengabadikan momen mekarnya puspa langka yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu ini.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pengunjung, Zahara. Ia mengakui sangat menikmati momen spesial menyaksikan mekarnya Rafflesia Arnoldi.

“Bunga ini kan tumbuh  paling banyaknya di sini (Kepahiang), jadi sayang untuk dilewatkan, bunganya unik, besar dan langka. Sangat indah untuk dipandangi,” ujar Zahara yang mengaku datang dari Palembang, Sumatera Selatan ini.

Ia juga berharap, masyarakat Bengkulu dapat menjaga habitat dan kelestarian bunga langka itu dengan cara tidak merusak hutan.

“Di hutan ini banyak inang dari Rafflesia, jadi warga sini saya harap bisa menjaganya, agar bunga ini bisa tumbuh terus sewaktu-waktu,” tambah Zahara.

Untuk diketahui, Rafflesia itu mekar lahan pribadi milik Gerhana dan Eti.  Bunga tersebut diakui tumbuh dan mekar secara alami atau bukan pindahan dari lokasi lain.

“Ini bukan hutan lindung, tapi ini lahan pribadi kami (Gerhana dan Eti) yang luasnya sekitar 8 Hektar, dan bunga ini memang tumbuh secara alami,” ungkap Eti.

Untuk dapat menikmati keindahan bunga ini, pengunjung dikenakan tarif antara Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Dalam 2 hingga 3 bulan mendatang, diprediksi setidaknya ada 4 bakal bunga Rafflesia yang  akan mekar. Itu terlihat dari bongkol bunga Rafflesia yang sudah tumbuh.(koe)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.