Warga mengamati lokasi tanah yang ambles akibat bencana tanah bergerak di Dusun Delik, Candigaron, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 2 Maret 2017 | Foto : Antarafoto

PROGRES.ID, SEMARANG – Bencana tanah bergerak dan amblas terjadi di Dusun Delik, Candigaron, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/3/2017). Amblasnya tanah sepanjang ratusan meter dengan kedalaman 1,5 meter hingga 2 meter tersebut mengakibatkan satu rumah roboh, empat rusak, dan dikhawatirkan mengancam permukiman yang dihuni 400 kepala keluarga.

Mengutip suaramerdeka (2/3), kejadian tersebut sebenarnya diketahui warga sejak sepekan lalu.

”Awalnya hanya tanah ambles biasa, namun karena imbas hujan deras kedalaman ambles terus bertambah,” kata Kades Candigaron, Margowanto.

Lokasi titik amblas yang paling parah terjadi di Lapangan Pandan Murti. Bencana tersebut menyebabkan setengah lapangan bola tersebut kini terlihat bertingkat seperti sawah terasiring dengan kedalaman rekahan hingga 160 sentimeter dan lebar 90 sentimeter.

Tak hanya itu, bencana tanah amblas juga mengakibatkan satu rumah roboh. Rumah yang mengalami rusak parah tersebut diketahui adalah milik Tarji (40), di RT 01 RW V Dusun Delik. Saat ini rumah Tarjo sudah dibongkar agar tidak terbawa tanah yang terus bergerak. Untuk sementara, Tarji bersama istri dan satu anaknya mengungsi ke rumah mertuanya yang masih satu RT.

”Jelas mengancam warga kami, sudah satu rumah yang dirobohkan. Adapun empat lainnya terancam, sebagian sudah retak. Rumah-rumah itu dihuni oleh keluarga Mugi, Giyono, Kuwato, dan rumah milik Tarmo,” jelas Margowanto.

Margowanto mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi pada 1982 silam. Seingatnya, fenomena tanah amblas sifatnya segaris dan memanjang dari Desa Kemitir hingga Desa Candigaron. Dulu, warga pernah mendirikan rumah di Lapangan Pandan Murti. Namun, karena imbas tanah amblas akhirnya warga pindah. Pada tahun 2013, lapangan mulai ditata lagi dan diratakan.

”Menurut penuturan orang tua, fenomena ini akan terjadi bertepatan dengan pancawindu atau lima windu. Kalau dihitung sejak 1982, ini kan belum lima windu. Kami pun menengarai karena imbas intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini,” ujarnya.

Dari analisa sementara, menurut BPPD Semarang ditemukan semacam rongga atau goa di bawah tanah yang amblas | Foto : AntaraFoto

BPPD Semarang : Ada Semacam Rongga di Bawah Tanah

Masih dari suaramerdeka (2/3), Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan area dan rumah yang terdampak. Untuk selanjutnya, BPBD Kabupaten Semarang akan meminta bantuan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah guna mengkaji bencana alam di Desa Candigaron, Sumowono.

”Kajian akan dilakukan secepatnya. Sebetulnya kasus di Candigaron sama dengan di Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak. Di Jlumpang ada tiga rumah terdampak, kejadiannya Januari 2017 lalu,” kata Heru.

Dari analisa sementara, di bawah tanah yang amblas ditemukan rongga. Ketika dilempar batu, tidak ada suara benturan sama sekali. Artinya, dimungkinkan di bawah tanah yang amblas ada semacam gua atau rongga udara.

”Rumah yang rusak di Candigaron, masuk kategori berat, bantuan akan segera diberikan. Namun pembangunannya, lebih baik menunggu hasil kajian ESDM,” tandasnya.

Selain mengusulkan bantuan sosial kebencanaan, BPBD Kabupaten Semarang kemarin sudah mendistribusikan logistik dan perlengkapan memasak serta selimut kepada keluarga Tarji. Warga di sekitar tanah yang amblas juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Yang mengungsi baru satu keluarga, warga di sampingnya masih bertahan. Kami sudah minta secepatnya meninggalkan rumah bila hujan deras dan ada tanda-tanda ambles susulan,” imbuhnya. (Dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.