Jokowi Jadi Sopir JK, M Saleh dan Zulkifli di Istana

Oktober 29, 2016
Berita Utama Pemerintahan 0   219 views 0

PROGRES.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak menjadi sopir mobil golf yang biasa digunkan di Istana Negara pada Rabu (26/10/2016).  Ia mengangkut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Muhammad Saleh. Bahkan, dua ajudan Presiden pun ikut menumpang pada bangku paling belakang.

Momen menarik itu diabadikan dan dirilis secara resmi oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden RI. Dalam foto itu, mobil yang dikemudikan Presiden Jokowi tampak melaju di Kompleks Istana Kepresidenan, tepatnya di depan koridor Wisma Negara.

Presiden Jokowi dan Wapres JK dan Saleh terlihat mengenakan setelan jas, dasi dan peci. Hanya Zulkifli yang tidak mengenakan peci. Pemandangan lain, tampak pekerja istana sedang berada di sekitar istana.

Mengikutip tulisan Kompas.com, foto tersebut diambil fotografer Istana beberapa saat setelah Presiden Jokowi menghadiri silaturahmi dengan pimpinan lembaga negara di Istana Merdeka.

Sering Dilakukan Presiden Jokowi

Rupanya, kebiasaan Presiden Jokowi menyetir mobil golf sendiri sudah menjadi momen yang sering terjadi di Istana.

“Sebenarnya memang sering. Pernah yang beliau angkut itu Ibu Menteri Luar Negeri, Pak Wapres, juga sering,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala saat berbincang santai di kantornya, Kamis (28/10/2016) malam dikutip dari Kompas.com.

Djumala menceritakan bahwa pada suatu ketika yang ia lupa waktu tepatnya, Wapres JK pernah bertanya kepada Presiden Jokowi karena ia lebih memilih menjadi sopir sendiri ketimbang duduk tenang di kursi penumpang.

Presiden menjawab, kata Djumala, bisa membuat siapa pun yang mendengar cerita itu ketawa geli.

“Presiden bilang, ‘Kalau enggak begini saya bisa lupa cara nyetir itu bagaimana’. Begitu beliau bilang. Pak JK tertawa saja. Saya dengar cerita itu geli sendiri,” tutur Djumala.

Menurut ajudan dan pekerja di Istana, Jokowi merupakan sosok yang spontan. Ada saja ide yang tercetus dari otaknya yang kemudian terwujud dalam tindakan sehari-hari.

Meski demikian, terkadang ide-ide Jokowi membuat pusing anak buahnya yang harus bekerja mengikuti ritme Jokowi itu. Tapi, hal itu diakui juga membuat hidup lebih dinamis.

“Kerja menjadi semangat. Itu yang penting,” tandas Djumala.

Sumber: Kompas.com

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.