Home / Ekonomi & Bisnis / Pemerintahan

Selasa, 20 Desember 2016 - 20:24 WIB

Kementerian ESDM Tahan Harga BBM Tahun 2017, ini Tanggapan PT. Pertamina

Ilustrasi/ Foto: SiagaIndonesia

Ilustrasi/ Foto: SiagaIndonesia

PROGRES.ID, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan jenis Premium dan Solar serta minyak tanah mulai 1 Januari hingga bulan Maret 2017 mendatang.

Dengan demikian, harga Premium masih dipatok Rp6.450 per liter dan harga Solar masih sebesar Rp5.150 per liter sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut, keputusan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo dengan tujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pasalnya, jika harga BBM naik, maka bisa menimbulkan inflasi khususnya di komponen harga-harga yang diatur pemerintah (administered prices).

“Namun sesuai arahan presiden, kami evaluasi tiap bulan semoga tidak ada perubahan besar. Ini kami lakukan untuk menjaga daya beli, apalagi Solar ini ada dampak terhadap inflasi,” jelas Jonan di kantornya, seperti dikutip dari CNN Selasa, (20/12/16).

Baca Juga |  Pemkab RL Disarankan Buat Perda Tentang Miras

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menanggapi penetapan harga BBM yang tetap pada Januari-Maret 2017 meski harga minyak dunia tengah menunjukkan tren kenaikan.

Dalam jumpa pers di Jakarta Dwi mengatakan apapun keputusan pemerintah terhadap harga BBM, Pertamina akan berusaha melakukan efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Padahal, perusahaan pelat merah itu disinyalir mengalami kerugian lantaran harus menomboki selisih biaya produksi BBM dengan harga jualnya jika harga BBM tidak dinaikkan awal tahun depan.

“Untuk posisi saat ini, kami akan melihat bahwa harga minyak dunia masih fluktuatif sehingga nanti kita lihat lagi Februari, Maret, seperti apa. Kami yakin bahwa pemerintah memberi perhatian terhadap kinerja kami, di samping perhatiannya terhadap daya beli masyarakat,” kata Dwi seperti yang dilansir Antara.

Ia menuturkan, pihaknya masih terus melakukan efisiensi meskibelum ada kepastian kondisi harga minyak ke depan.

Baca Juga |  Meski Diprotes, KPID Jabar Tetap Batasi Waktu Siar 17 Lagu Asing

“Siapa yang tahu kalau nanti akan terjadi penurunan? Tetapi perhatian pemerintah atas daya beli masyarakat ini yang harus didukung,” katanya.

Menurutnya, kenaikan solar merupakan salah satu penyumbang inflasi karena penggunaannya untuk angkutan dan distribusi barang memang sulit. Pasalnya, jika solar naik sudah pasti barang-barang lainya juga ikut naik. (dsy)

Share :

Baca Juga

markas nato

Pemerintahan

Pertemuan NATO di Washington, Peringati Ulang Tahun ke-70

Berita Utama

Hasil Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok Djarot Unggul
Bencoolen Coffee AVPA

Pemerintahan

Bencoolen Coffee Raih 3 Penghargaan, Gubernur Rohidin Disebut Berjasa

Berita Utama

Kapolda Bengkulu Dukung Program JSPS , Helmi : Ada Warga Sakit Segera Lapor ke Pemkot

Pemerintahan

Diduga Bermasalah, Lapangan Tenis Indoor di RL Belum Dimanfaatkan
Wagub Terpilih Dedy

Pemerintahan

Dedy Ermansyah Terpilih Jadi Wagub Bengkulu, DPRD Segera Usul Penerbitan SK
Presiden AS Donald

Pemerintahan

Virus Corona Picu Kekhawatiran Resesi Ekonomi di AS
OPEC

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Naik Setelah OPEC Pangkas Produksi
error: Konten ini dirpoteksi !!