Home / Pemerintahan

Rabu, 13 April 2016 - 19:36 WIB

KPI Nilai Teknologi Informasi Bisa Picu Pernikahan Dini

PROGRES.id, BENTENG – Berdasarkan data Non Goverment Organization (NGO) Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah terjadi peningkatan angka pernikahan anak usia dini terutama di kalangan pelajar. Tercatat, ada puluhan remaja di Bengkulu Tengah harus putus sekolah karena menikah pada 2014.

KPI menuding, perkembangan teknologi dan informasi adalah salah satu pemicu pernikahan dini di kalangan pelajar itu.

“Mereka yang menikah dini itu adalah mereka yang mudah terpengaruh budaya negatif yang tersebar melalui perangkat teknologi dan informasi. Mereka tak mampu membendung dan menyaring informasi yang masuk ke gadget mereka, sehingga ditiru,” ungkap anggota KPI Bengkulu Tengah, Dian, Rabu (13/4/2016).

Selain itu, sambung Dian, tidak maksimalnya peran orang tua dalam mengawasi dan memberi pemahaman kepada putra-putrinya juga memperparah keadaan.

“Peran orang tua cukup penting. Jika pengawasan dan pendidikan adat dan agama kurang diterapkan dalam keluarga, tentu akan berdampak negatif terhadap pergaulan anak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor pernikahan dini yang terjadi di Bengkulu Tengah.

“Ada beberapa faktor, misalnya karena hamil duluan, kemudian desakan keluarga dan faktor ekonomi,” jelasnya.(hd)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Baru 76 Desa Serahkan SPPD Pencairan ADD dan DD
Gubernur Rohidin mersyah

Berita Utama

Masuki Tahap Appraisal, Gubernur Rohidin Ke PT HK Bicarakan Progres Jalan Tol
Gedung MPR RI

Nasional

Pesantren Radikal Tak Terjangkau RUU Pesantren

Pemerintahan

Standard Chartered Libatkan 2.500 Nasabah Bahas Investasi Sikapi Perubahan Ekonomi
PPN dan PPDN Kemendag

Pemerintahan

Kemendag Ingin UKM Indonesia Bangun Jaringan Pemasaran
Wakil menteri

Berita Utama

Presiden Jokowi Perkenalkan 12 Wakil Menteri, Ini Daftar Lengkapnya
Helmi Hasan di Yogyakarta

Kota Bengkulu

Walikota Yogyakarta Puji Program JSPSI & Samisake yang Digagas Walikota Helmi Hasan

Pemerintahan

Irigasi Jebol, 175 Hektar Sawah Terancam Kering
error: Konten ini dirpoteksi !!