Proyeksi APBD-P Provinsi Bengkulu 2019, Pendapatan Hingga Belanja Daerah Dipangkas

Agustus 26, 2019
Berita Utama Pemerintahan 0   136 views 0
Menyerahkan dokumen ke pimpinan sidang

Foto: Media Center Pemprov Bengkulu

BENGKULU, PROGRES.ID – Proyeksi pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2019 mengalami pengurangan. Semula sebesar dalam APBD 2019 sebesar Rp 3,355 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp 3,303 triliun, atau mengalami pengurangan sebesar Rp 51,3226 Miliar lebih.

Belanja daerah juga berkurang. Sebelumnya sebesar Rp3,629 triliun lebih, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 3,516 triliun lebih yang bearti megalami pengurangan sebesar Rp 113,326 miliar lebih.

Pembiayaan Daerah juga terpangkas. Penerimaan pembiayaan daerah dari sisa lebih perhitungan APBD Tahun Anggaran 2018 yang semula sebesar RP 284,699 miliar, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 213,318 miliar. Ada pengurangan sebesar Rp 71,381 miliar lebih.

Pengeluaran pembiayaan daerah yang semula sebesar Rp 10 miliar, setelah perubahan menjadi Rp 620 juta. Ini mengalami pengurangan sebesar Rp 9,380 miliar.

Jumlah Pembiayaan Netto semula sebesar Rp 274,699 miliar lebih, setelah perubahan menjadi Rp 212,698 miliar lebih. Mengalami pengurangan sebesar Rp62,001 miliar lebih.

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Bengkulu 2019 ini disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu untuk dilanjutkan pembahasannya. Persetujuan tersebut didasari Tim Banggar bersama-sama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) telah menindaklanjuti dan membahas hasil pembahasan komisi-komisi dengan mitra kerjanya.

“Tim Banggar menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2019 dilanjutkan pembahasannya untuk disetujui dan ditetpakan menjadi Perda Provinsi Bengkulu,” sampai Jonaidi saat menyampaikan laporan Banggar, di ruang Rapat Paripurna, Senin (26/08/2019).(rls/pid)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.