pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Silaturahmi dengan Masyarakat Rejang, Gubernur Ajak Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan

Rohidin: Rejang Satu-satunya Suku di bengkulu yang Punya Aksara Sendiri

Media Center Pemprov Bengkulu
Ikatan keluarga rejang
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi Ikatan Keluarga Rejang Pat Petulai di Balai Raya Semarak (Foto: Media Center Prov Bengkulu/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengajak masyarakat Rejang untuk ikut bersama membangun Provinsi Bengkulu dan menjaga kebersamaan dengan suku lainnya yang ada di provinsi ini. Demikian ajakan Gubernur Rohidin pada acara silaturahmi Ikatan Keluargo Jang Pat Petulai di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kamis (26/5/2022).

“Saya mengajak masyarakat Rejang untuk terus berkontribusi pada pembangunan di provinsi kita tercinta ini,” kata Rohidin.

Ia juga mengatakan, eksistensi masyarakat Rejang di Bengkulu tak dapat dipungkiri lagi. Secara wilayah geografis paling luas, dan suku Rejang merupakan suku tertua di Sumatera setelah suku Melayu.

“Bukan kita ingin menonjolkan kesukuan secara eksklusif, namun berkumpul dalam suatu Ormas ini sangat penting. Guna memudahkan kita untuk bersilaturahmi, berinteraksi dan membangun kebersamaan,” ujar Rohidin.

Ia menuturkan juga, jika ingin melihat representasi masyarakat Bengkulu dengan kekuatan adat dan nilai-nilai budayanya termasuk peradaban, maka lihatlah Suku Rejang. Suku satu-satunya di Bengkulu yang memiliki aksara adalah Rejang, begitupun lembaga pendidikan pertama kali hadir di tanah Rejang.

“Suku Rejang memiliki peradaban cukup tinggi, hal ini tidak perlu diragukan lagi, apalagi Rejang satu-satunya Suku (di Bengkulu) yang memiliki aksara,” jelasnya.

Rohidin juga menanggapi inisiasi IKJPP yang ingin membangun Balai Adat. Hal ini pun diapresiasi oleh Gubernur Rohidin.

“Tinggal tentukan lokasinya yang mudah diakses dan lahan yang representatif. Pemprov nantinya akan mengajak pemerintah daerah lainnya (Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong) berkolaborasi mengupayakan bantuan apa yang diperlukan,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Keluarga Jang Pat Petulai (IKJPP) Bengkulu Mohammad Saleh menyampaikan, masyarakat Rejang ingin ikut berkontribusi membangun Provinsi Bengkulu.

“Masyarakat Rejang berterima kasih, selama ini telah diberikan kesempatan untuk berbuat dan ikut terlibat dalam membantu kemajuan daerah. Tentu, ke depan mengharapkan kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi membangun Provinsi Bengkulu,” ucap anggota DPR RI dapil Bengkulu ini.

IKJPP, lanjut M Saleh, berencana membangun Balai Adat Rejang seperti Ormas lainnya yang sudah memiliki rumah adat dan direncanakan lokasi pembangunannya nanti berdiri di Kota Bengkulu. Masterplan bangunannya juga sudah selesai, tinggal nanti menentukan letak lokasinya.

“Ini ada usulan, permohonan bantuan pembangunan Balai Adat Rejang di Kota Bengkulu ini. Semoga dapat dipenuhi Gubernur, dan ke depan IKJPP tetap kompak, bersatu membangun daerah,” sampai Soleh pada acara yang juga dihadiri Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi, Wakil Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Wakil Bupati Lebong Fahrurrozi, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, serta tokoh masyarakat Rejang, dan beberapa perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya.

 

Baca berita dan artikel lainnya dari Progres.id di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.