Home / Berita Utama / Peristiwa

Rabu, 8 Maret 2017 - 09:13 WIB

Permen Keras Terindikasi Narkoba Di Surabaya, Ketua BNN Surabaya : Jangan Keburu Panik, Tunggu Hasil Lab

Permen keras terindikasi narkoba di Surabaya | Foto : SuaraSurabaya

Permen keras terindikasi narkoba di Surabaya | Foto : SuaraSurabaya

PROGRES.ID, SURABAYA – Ratusan jenis dan bentuk permen keras terindikasi narkoba diamankan dari warung dan asongan di sekitar sekolah-sekolah dasar yang ada di 14 kecamatan di Surabaya, Jawa Timur. Meski belum dipastikan kandungan berbahaya pada permen tersebut, namun permen ‘dot’ telah ramai digunjingkan di media sosial mengandung zat adiktif terindikasi narkoba.

Dikutip dari DetikNews pada Rabu (8/3/2017), permen yang diduga mengandung bahan berbahaya dan narkoba itu, kini sedang dirazia Pemkot Surabaya. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya bersama petugas puskesmas dan trantib kecamatan, mulai turun ke lapangan sejak awal pekan ini.

“Ada permen dot, ada permen dengan merk permen keras dan bentuk permen lainnya yang diamankan dari pedagang di sekitar sekolah,” ujar Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

Sementara itu, dari SuryaMalang (8/3), Ketua BNN Kota Surabaya AKBP Suparti meminta, masyarakat tidak keburu panik dan resah soal permen dot, karena sampai saat ini belum ada bukti permen tersebut berbahaya atau mengandung zat-zat narkotika.

Baca Juga |  PGE Salurkan Rp 3,95 Miliar Bantu Longsor di Lebong

“Kami meminta masyarakat tidak perlu panik. Kami akan melakukan uji lab dulu permen dot itu,” sebut Suparti

Mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya ini menuturkan, pihaknya juga sudah mengambil sampel permen dot di berbagai tempat. Seperti warung, toko, dan beberapa pasar.

“Kami turun dan mengambil permen dot. Nanti akan dilakukan uji lab untuk menentukan apakah berbahaya atau ada kandungan narkotikanya,” jelas Suparti.

Ia menegaskan, pihaknya secepatnya akan melakukan uji lab terhadap permen tersebut. Hasil uji laboratorium, lanjut Suparti, paling cepat bisa diketahui tiga hari ke depan. Dia meminta masyarakat tidak resah dan menunggu hasil uji laboratorium.

Baca Juga |  LPDP Edufair 2017 Jakarta Disesaki Ribuan Pengunjung, Selanjutnya Yogya dan Surabaya

Seperti ramai diberitakan, permen dot yang terindikasi mengandung zat aditif narkoba itu sebenarnya sudah lama dijual di sejumlah sekolah di Surabaya. Permen ini dikemas berbeda dengan permen kebanyakan, berwarna-warni dan beraneka ragam. Ada yang seperti permen biasa, dan ada kemasan yang berbentuk dot bayi.Permennya berbentuk bubuk berwarna merah muda dan dibungkus kertas putih. Di bagian luar kemasannya, ada tulisan permen “keras”.

Bungkusan bubuk itu lalu dimasukkan ke dalam botol yang ditutup dengan bentuk dot. Bubuk tersebut harus dicampur dengan air. Jika sudah dicampur air, maka bubuk itu akan mengental dan jadi seperti permen. Baru setelah itu dikonsumsi. Rasanya manis dengan bercampur kecut (asam -red). Permen itu cukup diminati lantaran murah dan bentuknya menarik. (dsy)

Share :

Baca Juga

senjata 3 dimensi

Berita Utama

Meski Dilarang Hakim Federal, Instruksi Pembuat Senjata 3D Mulai Dijual
Brebes Exit

Berita Utama

Media Asing Soroti Kemacetan Panjang di Brexit

Berita Utama

Media AS Beritakan Pelantikannya Sepi, Donald Trump Geram
Lion Air

Berita Utama

Ada 20 Pegawai Kemenkeu Ikut dalam Pesawat Lion Air yang Jatuh

Berita Utama

Viral ‘Saya Bertanya’ SBY Jadi Guyonan Netizen

Berita Utama

Pasar Bang Mego Curup Butuh Perbaikan

Berita Utama

Tempo 3 Jam, Polres Rejang Lebong Bekuk 2 Tersangka Curanmor
Komnas perempuan

Berita Utama

Komnas Perempuan, LPSK Desak Jokowi Beri Amnesti untuk Baiq Nuril
error: Konten ini dirpoteksi !!