Home / Berita Utama / Peristiwa

Jumat, 24 Februari 2017 - 20:18 WIB

TNI AD : Wajar Jika Tentara Marah Pada Iwan Bopeng

Aksi Iwan Bopeng di TPS 26, saat hari pencoblosan Pilkada DKI 15 Februari lalu, dikecam netizen dan berbagai pihak | Foto : Toptwitter dan Antara

Aksi Iwan Bopeng di TPS 26, saat hari pencoblosan Pilkada DKI 15 Februari lalu, dikecam netizen dan berbagai pihak | Foto : Toptwitter dan Antara

PROGRES.ID, JAKARTA – Nama Iwan Bopeng mendadak ‘”terkenal” setelah aksinya yang berdebat dengan petugas KPPS menjadi viral di media sosial. Perkataan yang ia lontarkan menyinggung dan membuat prajurit marah.

“Itu anak siapa itu. Tentara gue potong di sini, ya apalagi elu,” teriak Iwan Bopeng dengan emosi dalam video, seperti dilihat Progres.Id di YouTube, Jumat (24/2/2017).

Diketahui, aksi Iwan itu terjadi di TPS 26, Kelurahan Pal Meriam, Jakarta Timur, saat hari pencoblosan 15 Februari lalu. Ia melontarkan ungkapan emosinya kepada seseorang di TPS dengan kata-kata kasar dan menyinggung tentara.

Kata-kata Iwan Bopeng tersebut sontak menjadi viral. Video-video di YouTube yang menampilkan nama Iwan Bopeng bahkan sampai ditonton oleh jutaan netizen.

Reaksi beragam pun bermunculan dari netizen. Ada yang menantang Iwan sambil melakukan atraksi membahayakan, seperti menyayat tubuh dengan pedang samurai, hingga atraksi yang menuai gelak tawa.

Baca Juga |  KPK Periksa Mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Bahkan belakangan beredar video yang menampilkan sejumlah pria mengenakan baju TNI. Mereka mengaku sebagai prajurit.

“Saya sebagai prajurit merasa terhina, merasa tercabik-cabik dengan omonganmu, kau Iwan Bopeng,” ujar salah seorang pria yang ada dalam video di YouTube tersebut, Jumat (24/2).

Pada video berjudul ‘Ngeri!!! Tni Seluruh Indonesia Ancam dan Tantang Iwan Bopeng’ tersebut, satu per satu prajurit mengungkapkan kemarahannya. Mereka memperlihatkan aksi berbahaya mengiriskan senjata tajam, pisau, golok, samurai, hingga bor besi ke bagian tubuh mereka. Mirip debus, pria-pria yang mengaku sebagai prajurit TNI itu seolah kebal, tidak terjadi apa-apa di tubuh mereka.

https://www.youtube.com/watch?v=mRmciaLQnPs

Dari Detiknews (24/2), sehubungan dengan kasus Iwan Bopeng ini, Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah menilai reaksi kemarahan prajurit itu sebagai hal yang wajar. Perkataan Iwan Bopeng, menurutnya, memantik kemarahan prajurit.

“Wajar, jadi orang marah karena perkataan yang tidak tepat pada saat yang tidak tepat,” ungkap Fadhilah di Mabes TNI, Jalan Veteran, Jakarta Pusat (24/2)

Baca Juga |  Bentrokan di Deiyai-Papua, Sedikitnya 1 TNI dan 2 Warga Sipil Tewas

Fadhilah berharap permasalahan Iwang Bopeng tidak lagi dijadikan polemik sehingga tidak berlarut-larut.

“Saya berharap bisa selesai dengan baik,” ujarnya.

Meski begitu, Fadhilah juga meminta aksi Iwan yang telah melukai perasaan prajurit bisa diselesaikan sesuai dengan ketentuan. Agar tidak lagi terjadi perihal serupa.

“Kita berharap diselesaikan dengan aturan yang berlaku, itu kan bicara tidak baik,” tutur Fadhilah.

Atas aksinya yang mengundang kecaman netizen itu, Iwan pun sudah meminta maaf. Permohonan maaf itu ia unggah lewat YouTube.

“Saya mohon maaf atas kejadian itu dan saya minta maaf dengan tulus dari hati saya kepada teman-teman tentara supaya ini tidak melebar ke mana-mana. Kiranya sudi dimaafkan apa permohonan saya ini kepada teman-teman tentara,” demikian kutipan permohonan maaf Iwan. (dsy)

Share :

Baca Juga

Michael Bambang Hartono

Berita Utama

Covid-19 Gerus Harta Kekayaan Mereka, Tapi 15 Orang Ini Tetap Terkaya di Indonesia

Berita Utama

Nyanyian Rindu Peraih Medali Perak Untuk Andrea Hirata
kantor voa

Berita Utama

Tak Dapat Pembaruan Visa AS, Jurnalis VOA Kembali ke Indonesia

Berita Utama

AS Kerahkan Pasukan untuk Percepat Evakuasi di Afghanistan

Berita Utama

Klaim Pengangguran AS Sedikit Bertambah, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Kuat

Berita Utama

Presiden Rusia, Presiden China Sepakat Perangi Bersama ‘Ancaman’ Afghanistan
Ilustrasi mayat

Berita Utama

Tahukah Anda? Angka Kematian di Jakarta Setelah Covid-19 Justru Turun

Berita Utama

Rusia Gelar Pemilu Parlemen