Bawaslu Rekomendasi 6 Petahana Didiskualifikasi, di Kaur Salah Satunya

  • Bagikan
Abhan
Ketua Bawaslu RI Abhan (Foto: Bawaslu.go.id)

JAKARTA, PROGRES.ID – Bawaslu RI merekomendasikan 6 calon kepala daerah petahana Pemilihan Serentak 2020 untuk didiskualifikasi. Enam calon petahana itu dinilai melakukan pelanggaran terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dan penyalahgunaan wewenang. Salah satu dari calon petahana tersebut adalah calon petahana dari Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

“Terkait dengan soal penggunaan anggaran dan program pemerintah ini yang saya kira sudah beberapa daerah yang sampai kami lakukan rekomendasi diskualifikasi. Karena apa? Bahwa terutama bagi petahana yang melakukan program pemerintah ini untuk kepentingan kampanye pasangan calon,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam diskusi yang disiarkan di YouTube Rumah Pemilu, Rabu (21/10/2020).

Abhan menuturkan, enam calon petahana itu dinilai melanggar aturan pasal 71 ayat 3 Undang-undang Pemilihan tentang larangan petahana menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon, baik di daerah sendiri maupun daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum penetapan sampai penetapan pasangan calon terpilih.

“Ada enam daerah yang sudah kami rekomendasikan untuk didiskualifikasi karena di dalam kampanye atau selama kegiatan kampanye atau dan sebelumnya telah melakukan penyalahgunaan kewenangan APBD yang dipergunakan untuk nuansa kampanye bahkan juga bansos COVID-19 sebagian,” ujar Abhan seperti dikutip dari Antaranews.com dari berita berjudul “KPU tindak lanjuti enam petahana yang direkomendasikan diskualifikasi.”

Untuk diketahui, 6 calon kepalada daerah yang direkomendasikan Bawaslu untuk didiskualifikasi itu, yakni petahana di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Halmahera Utara, Maluku Utara, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.