Home / Regional / Seni dan Budaya

Selasa, 8 Maret 2016 - 17:59 WIB

Melihat Tari Gandai, Seni Tari Mukomuko yang Nyaris Punah

PROGRES.ID, MUKOMUKO – Setiap daerah di Indonesia memiliki seni dan budaya yang berbeda-beda. Meski demikian, terkadang masih banyak terdapat seni dan budaya itu memiliki kemiripan dengan daerah tetangganya. Salah satunya seni tari asli Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yaitu Tari Gandai. Seni tari ini memiliki kemiripan dengan seni tari dari Sumatera Barat (Sumbar). Selain karena memang daerah ini berbatasan langsung dengan Sumbar, juga karena etnis di Mukomuko banyak datang dari Sumbar.

Tari Gandai ini biasanya dimainkan oleh 2 orang remaja putri atau lebih. Saat menarikan Tari Gandai, biasanya remaja putri yang menari diiringi dengan alunan-alunan alat musik tiup tradisional yang disebut serunai. Selain di Mukomuko, alat musik tiup Serunai ini juga masih digunakan pada seni tari di kawasan Bengkulu Selatan dan beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu.

Sayangnya, Tari Gandai ini seakan hampir punah, karena tak lagi banyak warga Mukomuko yang mengenal tarian ini. Saat ini, Tari Gandai hanya ditampilkan saat menyambut tamu-tamu daerah saja.

Padahal, seni tari ini masih memiliki magnet untuk mendatangkan wisatawan domestik mau pun mancanegara.(koe)

Share :

Baca Juga

UKW Bengkulu

Berita Utama

PWI Sudah Luluskan 80 Persen Wartawan Kompeten di Indonesia
Pengkuhan pimpinan

Regional

3 Pimpinan DPRD Mukomuko Periode 2019- 2024 Dikukuhkan
Jambore Pemuda Daerah

Pemerintahan

Gubernur Rohidin Buka Seleksi JPD XII Tahun 2019 di Kabupaten Benteng
Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan RL

Berita Utama

Tuan Rumah Sambung Rasa Nasional Adat Nusantara, RL Jadi Tempat Kumpul Para Raja

Berita Utama

Ini yang Dilakukan Bangka Tengah Sambut Gerhana Matahari
Satgas TMMD

Regional

Sambangi TMMD 101 Pati, Kowad dan Polwan Bantu Satgas

Berita Utama

Ketua Golkar Bengkulu Kurnia Utama Tutup Usia
Jangan Berhenti di sini

Berita Utama

Stay at Home,12 Band Indie Bengkulu Ciptakan Lagu Bangkit Lawan Covid-19
error: Konten ini dirpoteksi !!