pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Sukseskan Migrasi Siaran TV Analog ke Digital, Gubernur Rohidin Ajak Bhabinkamtibmas Sosialisasi

Media Center Pemprov Bengkulu
Guberur rohidin berfoto bersama bhabin
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berfoto bersama Bhabinkamtibmas Polresta Bengkulu (Foto: Media Center Prov Bengkulu/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Siaran televisi analog akan shutdown (dihentikan) pada 2 November 2022. Bahkan, tahap pertama dan kedua sudah dilaksanakan pada 30 April 2022 dan 25 Agustus 2022 di beberapa kota di Indonesia.

Oleh sebab itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta masyarakat untuk segera migrasi ke siaran TV digital. Caranya dengan menambahkan set top box untuk pesawat televisi yang belum berteknologi digital. Untuk pesawat TV sudah berteknologi digital, cukup scan ulang kanal siaran televisinya.

Pada acara sosialisasi Bengkulu Siap Migrasi Siaran Televisi Analog ke Siaran Televisi Digital, di  Aula Endra Dharma Laksana Polres Kota Bengkulu, Selasa (04/10/2022), Rohidin mengajak Bhabinkamtibmas untuk ikut menyosialisasikan migrasi siaran TV ini.

“Bhabinkamtibmas bertugas di desa-desa, kelurahan. Tentu sangat sering beriteraksi dengan masyarakat. Untuk itu saya mengajak Bhabinkamtibmas untuk pro aktif menyosialisasikan migrasi atau peralihan dari siaran televisi analog ke siaran digital,” ungkap Rohidin pada sambutannya.

Ia menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengalokasikan bantuan Set Top Box (STB) untuk rumah tangga miskin dalam implementasi program Analog Switch Off (ASO).

Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA saat
Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA saat menyampaikan sambutan pada acara Sosialisasi Migrasi Tv Analog ke Digital di Mapolresta Bengkulu (Foto: Media Center Prov Bengkulu/PROGRES.ID)

“Yang paling cepat langsung dirasakan oleh masyarakat adalah kita bisa menonton siaran TV digital dengan gambar yang lebih bersih, suara lebih jernih dan teknologi yang lebih canggih, yaitu 5G,” pungkasnya.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu Fonika menuturkan, sebagian wilayah Bengkulu masuk dalam tahap pertama implementasi ASO pada 25 April 2022, namun karena beberapa kendala teknis implementasi ASO juga dilakukan pada awal November 2022.

“Jadi, kurang dari 1 bulan informasi ini harus kita sampaikan sebaik mungkin kepada masyarakat. Karena Bhabinkamtibmas ini sangat dekat dengan masyarakat. Bagi masyarakat yang TV-nya masih analog kami imbau untuk menggunakan STB,” tuturnya.

Sementara itu, dari total STB yang akan didistribusikan Kemkominfo, terdapat sebanyak 9.636 unit yang dialokasikan untuk Kota Bengkulu dan 5.077 unit untuk Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Bantuan ini untuk masyarakat kurang mampu di Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah,” kata Fonika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.