Home / Internasional / Seni dan Budaya

Selasa, 2 Juli 2019 - 22:40 WIB

Persaingan Ketat ‘Ngamen’ di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Seorang pengamen di stasiun kereta Times Square di New York (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

Seorang pengamen di stasiun kereta Times Square di New York (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

Pengamen New York

Seorang pengamen di stasiun kereta Times Square di New York (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Sebagian mungkin mengira para musisi yang mengamen di stasiun-stasiun kereta bawah tanah (subway) New York City muncul sesuka hati untuk mendapat sedikit uang dan menghibur para penumpang. Tapi tidak demikian. Mereka harus berkompetisi untuk bisa tampil di tempat yang diperebutkan itu. Program ‘Music Under New York’ kota itu telah mengadakan audisi sejak 1985. Wartawan VOA Nina Vishneva melaporkan tentang musik bawah tanah ini.

Di New York City, banyak musisi tampil di berbagai titik ramai di jaringan subway New York. Musisi mengamen sudah menjadi bagian dari sistem transportasi NYC yang terkenal. Tapi sebelum para musisi itu diijinkan tampil, mereka harus mengikuti audisi untuk memperebutkan tempat-tempat yang populer itu.

Program ‘Music Under New York'(MTA MUSIC) sudah mengadakan audisi sejak 1985.

Salah seorang peserta audisi adalah Greg Holt. “Saya perlu uang. Uang dan supaya lebih ter-ekspos,” akunya.

Baca Juga |  Warung Jancook, Warung Khas Indonesia yang Berhasil Tarik Minat Warga AS

Lebih dari 400 musisi telah menjadi bagian dari hiruk pikuk melodi di sistem transportasi umum NYC. Dan setiap tahun, selalu ada musisi baru.

Sejak Januari, ribuan musisi telah mengikuti audisi. Hanya 300 lebih yang sampai ke final dan hanya 20 yang akan dipilih.

“Orang-orang dari seluruh dunia berjalan di sekitar stasiun kereta, di seluruh Kota New York. Dan apabila saya bisa memainkan musik saya selama hanya lima detik, saya sebagai komposer, akan melakukan apa yang ingin dilakukan oleh banyak orang yang yang ingin jadi komposer,” kata musisi Qenu.

Sementara, Ness Dove mengatakan, “Kita tidak kenal orang-orang yang lewat, mereka ingin mencapai tujuan mereka, banyak dari mereka marah, terburu-buru. Tapi suatu hari saya mendapat keberanian, sesuatu yang merasa harus saya lakukan. Dan begitu saya mulai melakukannya, saya jadi lebih percaya diri, saya mulai memiliki hubungan dengan orang lain yang tidak pernah saya miliki sebelumnya.”

Baca Juga |  Daud Jordan: Saya Siap Menang Lawan Coria

Kriteria utama yang digunakan untuk memilih para musisi itu adalah kualitas, daftar lagu yang banyak dan harmoni. Satu kriteria yang tak kalah penting adalah kemampuan untuk mengalahkan suara kereta yang keras.

Para pejabat program itu mengatakan juri-jurinya sangat tegas, adil dan berasal dari berbagai latar belakang. Di antara mereka adalah produser, musisi, serta aktor dan manajer.

Sandra Bloodworth, Direktur’Music Under New York’ mengatakan,”Saya menyukai musik dan seni di kereta bawah tanah. Saya senang karena itu bisa mewarnai perjalanan. Ketika sedang berjalan kaki sendirian, tidak mood, kemudian mendengar sebuah lagu atau sesuatu yang menyentuh Anda… Atau melihat sebuah karya seni yang indah.”

Jazz, musik klasik dan country, solo atau bersama grup, semua ada di subway NYC.

Otar Gigolashvili dan Beka Goginashviliberhasil masuk ke final setelah audisi pertama mereka.

Duo ini menyanyi dalam tujuh bahasa dan berjanji untuk menambah keragaman NYC dengan memperkenalkan musik khas negara Georgia. (vm/al)

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Amerika Serikat Iran

Berita Utama

Reaksi Dunia Terhadap Ketegangan AS-Iran Terfokus pada Deeskalasi
Ceko

Berita Utama

Republik Ceko Ganti Nama Jadi Czechia
masjid keliling

Berita Utama

Olimpiade 2020, Perusahaan Jepang Kenalkan Layanan ‘Masjid Keliling’
Agung-Randa

Berita Utama

Dukung RANDA dan AGUNG, Bupati Dan Wabup Rejang Lebong Datangi Studio Indosiar
Jasad pompeii

Internasional

Ahli Temukan 2 Jasad Manusia Akibat Letusan Gunung Vesuvius 2.000 Tahun Lalu
uss theodore

Internasional

Kapal Induk AS Berlayar ke Laut Cina Selatan di Tengah Menegangnya Situasi
Situs di ayodhya

Internasional

MA India Akhirnya Izinkan Bekas Masjid yang Hancur Tahun1992 Dibangun Kuil
Gita Gopinath

Internasional

IMF Sebut Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah Sejak Krisis Keuangan Global
error: Konten ini dirpoteksi !!