PROGRES.ID, JAKARTA – Pasar modal Indonesia kembali diguncang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (29/8/2025), terkoreksi 1,53% atau 121,59 poin hingga parkir di level 7.830.
Data RTI Infokom mencatat, nilai transaksi hari ini mencapai Rp22,75 triliun dengan total volume perdagangan sebesar 51,63 miliar saham. Dari seluruh emiten, hanya 122 saham yang mampu bertahan menguat, sementara 610 saham tertekan, dan 70 saham stagnan.
Sektor Konsumen Paling Tertekan
Dari 11 indeks sektoral, 10 sektor kompak melemah. Koreksi terdalam menghantam sektor barang konsumen primer yang ambles hingga 2,99%, disusul sektor keuangan dan energi. Hanya sektor industri yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,57%.
Bursa Asia Bervariasi, Eropa Lesu, Wall Street Menguat
Di pasar global, mayoritas bursa Asia justru bergerak positif. Hang Seng Hong Kong naik 0,32%, Straits Times Singapura menguat 0,46%, dan Shanghai Composite China bertambah 0,37%. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang melemah tipis 0,26%.
Bergeser ke Eropa, tren justru menurun. Indeks DAX Jerman terkoreksi 0,52% dan FTSE 100 Inggris minus 0,36%. Namun dari Wall Street, sentimen lebih cerah: NASDAQ melesat 0,53%, S&P 500 naik 0,32%, dan Dow Jones menguat 0,16%.
Aksi Demonstrasi Jadi Pemicu
Tekanan pada IHSG diyakini tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga kondisi politik dalam negeri. Aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta dan sejumlah daerah menambah kekhawatiran investor.
Awalnya, unjuk rasa dipicu penolakan terhadap rencana pemberian tunjangan rumah Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR RI. Namun situasi berujung ricuh dan menimbulkan kerusakan fasilitas publik. Di Jakarta, seorang pengemudi ojek online dilaporkan meninggal dunia. Di Makassar, kerusuhan bahkan lebih parah: 67 mobil dibakar, Gedung DPRD terbakar, hingga seorang staf sekretariat DPRD tewas dalam insiden tersebut.
Sentimen Negatif Masih Membayangi
Pengamat menilai, ketidakpastian politik dan eskalasi demonstrasi akan terus membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Investor disarankan lebih berhati-hati, terutama terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil yang rawan terkena aksi jual panik.












