PROGRES.ID – Pernyataan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali memicu kontroversi setelah ia menyebut wilayah Israel berpotensi diperluas setelah konflik di kawasan berakhir. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan ambisi ekspansionis yang menuai kritik dari berbagai pihak.
Dalam keterangannya, Smotrich menyatakan bahwa perang yang tengah berlangsung di sejumlah front harus berujung pada perubahan batas wilayah, termasuk di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah. Ia menegaskan bahwa hasil akhir konflik seharusnya memberikan keuntungan teritorial bagi Israel.
Lebih lanjut, Smotrich juga menuai kecaman setelah menyatakan tidak terlalu mempersoalkan jumlah korban di pihak sipil akibat operasi militer. Ia menekankan bahwa prioritas utamanya adalah memperluas apa yang disebutnya sebagai kedaulatan Israel atas wilayah yang lebih luas.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem. Kelompok ini menilai pernyataan Smotrich sebagai cerminan terbuka dari tujuan kebijakan Israel di kawasan, termasuk dugaan upaya ekspansi wilayah.
B’Tselem juga mengaitkan pernyataan itu dengan situasi di Gaza dan Tepi Barat, yang menurut mereka menunjukkan pola kekerasan berkelanjutan. Organisasi tersebut menuding bahwa kebijakan militer Israel di wilayah-wilayah tersebut tidak terlepas dari agenda yang lebih luas terkait perluasan wilayah.
Selain itu, B’Tselem turut mengkritik komunitas internasional yang dianggap gagal menekan Israel untuk menghentikan operasi militer, sehingga konflik terus berlangsung tanpa hambatan berarti.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga pernah menyinggung gagasan serupa. Dalam pernyataannya pada Agustus 2025, ia menyebut memiliki kedekatan emosional dengan konsep “Israel Raya” yang mencakup wilayah Palestina serta sebagian kawasan di negara-negara tetangga, dan menggambarkannya sebagai misi historis dan spiritual.
Pernyataan para pejabat tinggi tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, di tengah konflik yang masih berlangsung di beberapa wilayah dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.












