Surat Kabar Israel Sebut Kesepakatan Sementara AS-Iran Beri Keuntungan Strategis bagi Teheran

Penulis: Tim Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
baliho besar di teheran
Baliho besar di Teheran sebagai penggugah nasonalisme warga Iran (Foto: PressTV)

PROGRES.ID  – Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran kembali menuai kritik dari kalangan Israel. Harian Maariv menilai dokumen kesepahaman yang saat ini menjadi dasar hubungan kedua negara justru memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi Teheran.

Dalam laporannya, Maariv menyebut bahwa kesepakatan tersebut pada dasarnya menyerahkan pengaruh yang lebih besar kepada Iran di Lebanon sekaligus menyediakan jalur penyelamatan ekonomi bagi Republik Islam tersebut.

“Amerika Serikat menyerahkan kunci Lebanon kepada Iran,” tulis media itu dalam analisisnya mengenai isi perjanjian sementara yang tengah berlaku.

Menurut laporan tersebut, meski bersifat sementara, dokumen kesepahaman antara Washington dan Teheran dinilai mampu memperkuat posisi Iran di kawasan Timur Tengah, terutama di Lebanon yang selama ini menjadi salah satu arena utama persaingan pengaruh regional.

Selain memberikan ruang ekonomi yang lebih longgar bagi Iran, kesepakatan itu juga disebut tidak sepenuhnya menghilangkan kemampuan strategis Teheran di bidang militer dan nuklir.

Maariv menilai Iran masih mempertahankan elemen-elemen penting dari program nuklirnya serta kapabilitas rudal yang dimiliki. Kondisi tersebut dinilai membuat Israel harus kembali menyusun langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi ancaman di masa mendatang.

Media tersebut juga menyoroti bahwa bantuan ekonomi yang diperoleh Iran melalui kesepakatan itu berpotensi memperkuat stabilitas domestik negara tersebut setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat sanksi internasional.

Kritik dari Israel muncul di tengah perdebatan mengenai dampak jangka panjang dari kesepakatan AS-Iran terhadap keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Sejumlah pihak di Israel khawatir bahwa perjanjian tersebut dapat meningkatkan pengaruh politik dan keamanan Iran di kawasan, sementara ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir dan rudal Teheran belum sepenuhnya dihapuskan.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat maupun Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait analisis yang dimuat oleh Maariv tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *