PROGRES.ID, WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyerukan agar Israel menghormati proses perdamaian yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadinya ledakan besar di kawasan permukiman sipil di Beirut, Lebanon, yang menewaskan sejumlah warga.
Dalam keterangannya, Vance menegaskan bahwa upaya perdamaian yang tengah dijalankan tidak hanya penting bagi Israel, tetapi juga bagi stabilitas seluruh kawasan.
“Warga Israel harus menghormati proses perdamaian yang menguntungkan mereka dan seluruh wilayah,” kata Vance.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum insiden di Beirut terjadi, proses negosiasi disebut berada di ambang kemajuan penting. Namun situasi berubah drastis setelah ledakan besar mengguncang wilayah sipil yang padat penduduk.
“Kami berada di ambang terobosan besar dalam kesepakatan. Tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di kawasan sipil yang dihuni banyak warga di Beirut,” ujarnya.
Vance juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap jatuhnya korban sipil dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, kematian warga yang tidak memiliki hubungan dengan kelompok Hizbullah tidak dapat dibenarkan.
“Kehilangan nyawa banyak orang yang tidak memiliki kaitan dengan Hizbullah adalah sesuatu yang tidak dapat diterima,” tegasnya.
Pernyataan Wakil Presiden AS itu muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kondisi keamanan di Lebanon dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Hingga saat ini belum ada rincian resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut maupun jumlah pasti korban yang jatuh. Namun insiden itu dinilai berpotensi memengaruhi proses diplomasi yang sedang berjalan antara berbagai pihak di Timur Tengah.
Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir terus mendorong terciptanya stabilitas regional melalui berbagai jalur diplomatik, termasuk upaya menjaga gencatan senjata dan mengurangi risiko eskalasi konflik yang lebih luas.












