PROGRES.ID – Lionel Messi akhirnya mengumumkan keputusan untuk mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina. Kapten La Albiceleste tersebut menyampaikan kabar itu melalui akun media sosial pribadinya pada Senin (31/8/2026) malam WIB.

Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang Messi di level internasional yang telah berlangsung selama dua dekade. Ia pertama kali memperkuat tim senior Argentina pada 2006 dan kemudian menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola negaranya.

Selama membela Argentina, Messi sukses mengoleksi empat trofi utama. Puncak pencapaiannya terjadi pada Piala Dunia 2022 ketika ia membawa Argentina menjadi juara dunia.

Selain deretan gelar, Messi juga meninggalkan sejumlah rekor penting. Pemain yang dikenal dengan julukan La Pulga itu tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina. Ia juga menjadi pencetak gol dan pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah tim nasional tersebut.

Kabar pensiunnya Messi pun mendapat respons dari berbagai tokoh sepak bola dunia. Salah satunya datang dari Jose Mourinho yang memberikan penghormatan melalui kolom komentar setelah Messi mengunggah pengumuman tersebut.

Mourinho menilai perjalanan Messi bersama Argentina telah menghasilkan warisan yang sulit tergantikan. Pelatih asal Portugal itu juga memprediksi kompetisi internasional akan terasa berbeda setelah sang megabintang tidak lagi memperkuat negaranya.

“Selamat atas karier yang brilian dan tak terlupakan di level internasional. Copa America dan Piala Dunia selanjutnya tak lagi sama,” tulis Mourinho.

Mourinho bukan sosok yang asing dengan kemampuan Messi. Ketika menangani Real Madrid pada 2010 hingga 2013, ia beberapa kali harus mencari cara untuk menghentikan pergerakan penyerang asal Argentina tersebut saat menghadapi Barcelona.

Meski pernah menjadi rival di level klub, Mourinho tetap menunjukkan kekaguman terhadap kualitas Messi. Ia bahkan pernah menggambarkan pemain tersebut sebagai sosok yang memiliki kemampuan alami luar biasa.

“Sungguh tidak masuk akal jika berpikir Anda bisa melatih Messi, karena dia terlahir dengan segala kelebihan dan sudah menguasai segalanya. Justru dialah yang mungkin akan mengajari Anda beberapa hal,” ujar Mourinho.

Dengan keputusan tersebut, Argentina harus bersiap menghadapi era baru tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan sekaligus simbol kesuksesan mereka di panggung internasional.