PROGRES.ID, CALIFORNIA – Apple akhirnya masuk ke pasar ponsel lipat dengan memperkenalkan iPhone Duo. Perangkat yang menjadi iPhone lipat pertama perusahaan tersebut dibanderol mulai US$1.999 atau sekitar Rp30 jutaan, membuat pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Apple mampu membuat ponsel lipat, melainkan siapa yang benar-benar membutuhkan perangkat tersebut.

Apple memperkenalkan iPhone Duo dalam acara peluncuran di Cupertino, California, Rabu (9/9/2026). Kehadiran perangkat ini sekaligus menjadi salah satu produk paling penting pada awal kepemimpinan John Ternus sebagai CEO Apple.

Harga US$1.999 untuk model 256 GB menjadikan iPhone Duo sebagai salah satu iPhone termahal yang pernah dipasarkan. Untuk varian dengan penyimpanan hingga 2 TB, harganya bahkan mencapai US$3.199.

Dengan banderol tersebut, Apple jelas tidak sedang membidik pasar massal. Perusahaan tampaknya ingin menempatkan iPhone Duo sebagai perangkat premium yang menggabungkan fungsi smartphone dengan pengalaman layar besar seperti tablet.

Layar Besar dalam Bentuk yang Tetap Bisa Dikantongi

Saat dilipat, iPhone Duo memiliki layar eksternal 5,4 inci. Ketika dibuka, pengguna mendapatkan layar OLED 7,6 inci yang menjadi layar terbesar yang pernah digunakan pada iPhone.

Apple merancang kedua layar dengan rasio yang sama agar perpindahan konten dari layar luar ke layar dalam terasa lebih konsisten. Layar utama juga mendukung ProMotion hingga 120Hz, Always-On Display, serta tingkat kecerahan hingga 3.000 nits di luar ruangan.

Dalam posisi terbuka, perangkat tersebut memiliki ketebalan hanya 5,2 milimeter. Apple menggunakan rangka titanium Grade 5 dan sistem engsel yang dirancang untuk penggunaan berulang.

Layar bagian dalam juga menggunakan lapisan nano-texture yang diklaim dapat mengurangi pantulan cahaya sekaligus membuat lipatan layar terlihat lebih samar.

Apple bahkan menyebut pengalaman layar besar tersebut sebagai sesuatu yang mendekati penggunaan iPad.

CEO Apple John Ternus mengatakan layar yang lebih luas membuat iPhone Duo memiliki potensi untuk menjadi perangkat yang lebih produktif, terutama ketika digunakan untuk multitasking dan menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.

Zoom, Slack hingga Netflix Jadi Contoh Penggunaan

Dalam demonstrasi peluncuran, Apple memperlihatkan iPhone Duo menjalankan sejumlah aplikasi seperti Zoom, Slack, dan Netflix pada layar yang terbuka.

Pesan yang ingin disampaikan Apple cukup jelas: perangkat ini tidak hanya dirancang untuk menelepon, mengakses media sosial, atau mengambil gambar.

Layar berukuran 7,6 inci memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi secara berdampingan. iOS 27 juga mendapatkan sejumlah penyesuaian agar antarmuka dapat memanfaatkan format layar lipat tersebut.

Apple memosisikan iPhone Duo sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk bekerja, menikmati hiburan, membuat konten, hingga menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan.

Dukungan Apple Pencil melalui USB-C juga akan ditambahkan kemudian pada tahun ini, sehingga perangkat tersebut dapat digunakan untuk mencatat, menggambar, maupun memberi anotasi pada dokumen.

Dibekali A20 Pro dan Fitur AI

Di balik desain lipatnya, iPhone Duo menggunakan chip A20 Pro yang juga digunakan pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Apple menggabungkan chip tersebut dengan sistem pendingin khusus serta dua baterai yang ditempatkan pada masing-masing sisi perangkat. Kombinasi itu dirancang untuk menjaga performa sekaligus memberikan daya tahan baterai sepanjang hari.

Apple Intelligence dan Siri AI juga menjadi bagian dari pengalaman iPhone Duo. Apple ingin layar besar perangkat tersebut tidak hanya digunakan untuk konsumsi konten, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas berbasis AI yang menggunakan konteks pribadi pengguna.

Kamera Tidak Sepenuhnya Menjadi Unggulan

Untuk sektor fotografi, iPhone Duo menggunakan sistem kamera belakang Dual Fusion 48 megapiksel yang terdiri dari kamera utama dan ultrawide.

Perangkat ini juga menawarkan sejumlah fitur yang memanfaatkan desain lipat, seperti Duo Preview yang memungkinkan pengguna melihat pratinjau kamera melalui layar luar. Ada pula Smart Take yang menggunakan AI untuk membantu mengambil foto secara otomatis ketika subjek sudah berada dalam posisi yang tepat.

Namun, sistem kameranya memiliki satu kompromi penting. iPhone Duo tidak membawa kamera telefoto khusus seperti yang tersedia pada iPhone 18 Pro dan Pro Max.

Apple justru mengandalkan sensor utama beresolusi tinggi untuk menyediakan kemampuan zoom hingga kualitas optik 2x.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Apple tidak mencoba membuat iPhone Duo menjadi perangkat dengan spesifikasi kamera paling lengkap. Fokus utamanya tetap berada pada desain lipat, layar besar, performa, dan integrasi ekosistem.

Pertanyaan Besarnya: Siapa yang Membutuhkan iPhone Duo?

Di sinilah persoalan terbesar iPhone Duo muncul.

Dengan harga awal US$1.999, perangkat ini berada jauh di atas harga smartphone premium konvensional. Bahkan, harga tersebut membuat calon pembeli harus mempertimbangkan apakah manfaat layar lipat benar-benar sebanding dengan biaya tambahan yang dikeluarkan.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah analis melihat pasar ponsel lipat masih menjadi segmen kecil. Perkiraan IDC dan Omdia menunjukkan perangkat foldable diperkirakan tetap menyumbang kurang dari 3 persen pasar smartphone pada 2027.

Artinya, Apple memasuki pasar yang belum menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar pengguna smartphone.

Kelompok pertama yang paling mungkin tertarik adalah pengguna Apple yang menginginkan teknologi terbaru dan bersedia membayar mahal untuk mendapatkannya.

Kelompok kedua adalah pekerja dan pengguna produktif yang merasa layar 7,6 inci dapat menggantikan sebagian fungsi tablet untuk aktivitas seperti rapat daring, membaca dokumen, multitasking, dan komunikasi.

Kelompok ketiga adalah konsumen yang lebih mengutamakan pengalaman hiburan. Layar besar dapat memberikan pengalaman yang lebih imersif untuk menonton video, bermain gim, atau menikmati konten lainnya.

Namun, bagi pengguna yang hanya membutuhkan smartphone untuk komunikasi, media sosial, fotografi, dan aktivitas sehari-hari, alasan untuk mengeluarkan hampir US$2.000 tentu jauh lebih sulit ditemukan.

Apple Berharap Mengubah Ponsel Lipat Menjadi Produk Utama

Masuknya Apple berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap perangkat foldable. Selama ini, ponsel lipat masih menjadi kategori yang relatif khusus dan didominasi oleh sejumlah produsen Android.

Apple mencoba membawa pendekatan berbeda dengan mengandalkan kekuatan ekosistemnya. iPhone Duo tidak hanya dijual sebagai perangkat dengan layar yang bisa dilipat, tetapi sebagai kombinasi antara iPhone, pengalaman seperti iPad, dan fitur AI dalam satu perangkat.

Strategi tersebut penting karena Apple memiliki basis pengguna yang sudah terbiasa dengan iOS, iCloud, AirPods, Apple Watch, Mac, dan berbagai layanan perusahaan.

Reuters memperkirakan Apple dapat menjual hingga sekitar 6 juta unit iPhone Duo pada tahun ini berkat tingginya minat yang sudah terbentuk sebelum peluncuran. Jika tercapai, angka tersebut dapat membuat Apple mengambil porsi signifikan dalam pasar foldable global.

Tetapi tantangannya tetap besar.

Apple harus meyakinkan konsumen bahwa layar lipat bukan sekadar gimmick atau simbol status, melainkan fitur yang benar-benar mengubah cara mereka menggunakan smartphone.

Bukan Sekadar iPhone yang Bisa Dilipat

iPhone Duo pada akhirnya membawa pertanyaan yang lebih besar bagi Apple.

Perusahaan tidak lagi perlu membuktikan bahwa mereka mampu membuat ponsel lipat. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa konsumen bersedia membayar mahal untuk memilikinya.

Dengan layar 7,6 inci, chip A20 Pro, desain tipis, dukungan Apple Intelligence, kemampuan multitasking, serta integrasi ekosistem Apple, iPhone Duo memang menawarkan lebih dari sekadar iPhone biasa.

Namun, harga mulai US$1.999 membuat produk ini tetap berada di wilayah premium yang sangat terbatas.

Apple membuka pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober 2026, sementara penjualan resmi dimulai 23 Oktober. Perangkat tersebut tersedia dalam pilihan warna Star White dan Night Sky dengan kapasitas penyimpanan mulai 256 GB hingga 2 TB.

Pada akhirnya, keberhasilan iPhone Duo akan ditentukan bukan oleh seberapa mengesankan teknologi yang dibawa, melainkan oleh satu hal sederhana: apakah pengguna merasa layar yang bisa dilipat cukup berguna untuk membayar hampir US$2.000.**