PROGRES.ID – Alexia Putellas kembali menjadi pesepak bola putri terbaik dunia. Gelandang Spanyol berusia 32 tahun itu memenangi Ballon d’Or Féminin 2026 di London Palladium, Senin (26/10) waktu setempat. Ini gelar ketiganya, empat tahun setelah kemenangan beruntun pada 2021 dan 2022.
Gelar Ketiga Setelah Pembuktian Panjang
Putellas, yang kini membela London City Lionesses, mengungguli bekas rekan setimnya di Barcelona, Ewa Pajor dan Patri Guijarro. Kemenangan ini mengakhiri tiga gelar beruntun Aitana Bonmatí, yang tidak masuk daftar finalis tahun ini.
Putellas menjadi perempuan kedua yang meraih tiga Ballon d’Or setelah Bonmatí. Ia juga menjadi pemenang Spanyol keenam berturut-turut di ajang ini.
Musim Gemilang Bersama Barcelona
Penghargaan ini mengacu pada periode 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Dalam periode itu, Putellas mencatat 26 gol dan 15 assist dalam 53 laga bersama Barcelona, yang menjuarai liga, Copa de la Reina, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions.
Di Liga Champions, ia mencetak delapan gol dan memberi tujuh assist dalam 11 penampilan saat Barcelona menjadi juara Eropa untuk keempat kalinya. Sebagai kapten, ia memimpin timnya meraih quadruple. Ia juga membantu Spanyol menjuarai UEFA Nations League dengan mengalahkan Jerman 3-0 di final Desember lalu, dan dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.
Pindah ke London dan Pertama dari WSL
Setelah 14 tahun bersama Barcelona, Putellas mengambil keputusan mengejutkan dengan hijrah ke Inggris. Ia bergabung dengan London City Lionesses secara bebas transfer setelah mencatat 350 penampilan liga untuk Barcelona. Langkah itu menjadikannya pemain aktif Women’s Super League pertama yang memenangi Ballon d’Or.
Putellas mencetak tiga gol dan satu assist dalam tujuh laga liga bersama klub barunya, yang kini berada di peringkat ketiga dengan 16 poin, tiga poin di belakang Chelsea dan Manchester City.
Bangkit Setelah Cedera ACL
Kemenangan ini terasa istimewa karena Putellas pernah nyaris kehilangan kariernya. Ini Ballon d’Or pertamanya sejak cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) yang ia alami menjelang Euro 2022. Setelah cedera itu, ia mengaku berusaha menikmati setiap momen seolah-olah itu yang terakhir, karena tidak ada yang tahu apakah kesempatan seperti ini akan datang lagi. Ia juga menyebut kepindahan ke London sebagai perubahan besar dalam hidupnya, dengan budaya, bahasa, dan kota baru yang harus dipelajari setiap hari.
Barcelona Dominasi Penghargaan Putri
Barcelona juga menguasai penghargaan putri lainnya. Vicky López dinobatkan sebagai pemain muda terbaik untuk kedua kalinya berturut-turut. Pere Romeu terpilih sebagai pelatih terbaik, dan Cata Coll sebagai kiper terbaik.
Sepuluh Besar Finalis Putri
Menurut TNT Sports, sepuluh besar terdiri dari Temwa Chawinga, Melchie Dumornay, Caroline Graham Hansen, Patri Guijarro, Pernille Harder, Clàudia Pina, Alexia Putellas, Alessia Russo, dan Khadija Shaw. Daftar ini belum mencakup Ewa Pajor, yang menurut ESPN ikut bersaing di papan atas.

Komentar