PROGRES.ID – Korban jiwa akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran terus bertambah. Sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan menjadi sasaran serangan yang menewaskan puluhan siswi dan melukai banyak lainnya.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency, sedikitnya 57 siswa dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 60 lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, puluhan korban masih dalam proses pencarian di bawah reruntuhan bangunan sekolah.
Sekolah Diserang Saat Kegiatan Belajar Berlangsung
Sekolah Shajareye Tayabeh di Minab disebut dihantam secara langsung ketika aktivitas belajar sedang berlangsung. Gubernur setempat, Mohammad Radmehr, mengonfirmasi bahwa sekitar 170 siswi berada di dalam kelas saat ledakan terjadi.
Menurutnya, sedikitnya 53 siswi masih tertimbun puing-puing bangunan. Tim penyelamat dan bantuan darurat terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Otoritas setempat menyatakan situasi keamanan di Minab saat ini dalam kondisi terkendali, meski proses penyelamatan masih berlangsung.
Ledakan Mengguncang Teheran dan Wilayah Lain
Serangan militer juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di Iran. Ledakan terdengar di berbagai kawasan Teheran, termasuk di sekitar University Street dan Jomhouri, sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Fars News Agency.
Media semi-resmi Tasnim News Agency juga melaporkan ledakan di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara. Selain ibu kota, provinsi Ilam di bagian barat Iran turut disebut menjadi sasaran serangan.
Klaim Operasi Militer Gabungan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer tersebut bertujuan untuk “menghilangkan ancaman nyata” dari pemerintah Iran dan melindungi warga Amerika. Ia menyebut operasi tempur besar telah dimulai sebagai langkah defensif terhadap potensi ancaman.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan guna menghapus ancaman terhadap Israel.
Seorang pejabat Amerika yang berbicara kepada Al Jazeera mengonfirmasi bahwa operasi dilakukan secara terkoordinasi antara militer AS dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat memang diketahui memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan pengerahan kapal induk, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, serta sejumlah aset tempur lainnya.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Menanggapi agresi tersebut, Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone yang menyasar wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah, menjadi sorotan tajam komunitas global dan organisasi kemanusiaan.
Tragedi di Minab kini menjadi simbol duka mendalam bagi Iran, terutama bagi keluarga para korban yang masih menanti kabar anggota keluarganya di tengah reruntuhan. Operasi penyelamatan terus dilakukan, sementara ketegangan geopolitik di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.










