82 Drone AS–Israel Rontok! Iran Klaim Tembak Jatuh 13 UAV Canggih dalam 24 Jam, Tel Aviv Terus Digempur Rudal

favicon progres.id
drone as israel
Drone AS-Israel yang jatuh di wilayah Iran (Telegram)

PROGRES.ID – Militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh 13 drone militer milik Amerika Serikat dan Israel dalam 24 jam terakhir. Operasi tersebut dilakukan oleh pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan militer Iran, drone yang berhasil dilumpuhkan terdiri dari beberapa jenis pesawat tanpa awak canggih, termasuk MQ-9 Reaper, Hermes 450 drone, dan Orbiter UAV.

Total 82 Drone Dihancurkan dalam Sepekan

Dengan tambahan 13 drone yang ditembak jatuh dalam satu hari terakhir, Iran menyebut jumlah total drone AS dan Israel yang berhasil mereka lumpuhkan selama sepekan konflik telah mencapai 82 unit.

Drone-drone tersebut selama ini digunakan untuk misi pengintaian, pemantauan medan tempur, hingga serangan presisi terhadap target militer.

Militer Iran menyatakan sistem pertahanan udara mereka kini terus diperkuat untuk menghadapi operasi drone dan serangan udara yang meningkat di berbagai wilayah negara tersebut.

Tel Aviv Terus Digempur Rudal

Selain menghadapi perang udara dengan drone, Iran juga terus melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa kota Tel Aviv menjadi salah satu target utama gelombang serangan rudal Iran dalam beberapa hari terakhir.

Serangan tersebut disebut menggunakan rudal generasi baru dengan daya ledak tinggi yang ditujukan ke sejumlah target strategis.

Video Kerusakan Tel Aviv Beredar di Media Sosial

kerusakan bangunan di tel aviv
Kerusakan bangunan di Tel Aviv usai serangan balasan Iran pada 28 Februari 2026 (Foto: Telegram)

Sejumlah video yang beredar di platform media sosial X (Twitter) menunjukkan kerusakan bangunan dan kepulan asap di beberapa area kota Tel Aviv setelah serangan rudal.

Namun, hingga kini, tingkat kerusakan sebenarnya masih sulit diverifikasi secara independen karena ketatnya sensor militer Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Eskalasi perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat dan Israel terus meningkat dengan serangan balasan yang terjadi hampir setiap hari.

Sejumlah analis menilai bahwa jika konflik ini berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya bisa sangat besar bagi keamanan kawasan Timur Tengah dan stabilitas geopolitik global. Terutama bagi Israel yang akan hancur total terhadap infrastrukturnya.

Pertempuran udara, serangan rudal, serta operasi drone diperkirakan akan terus menjadi bagian utama dari strategi militer kedua pihak dalam konflik yang masih jauh dari kata selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *