Ansarullah Soroti Standar Ganda Soal Persenjataan dan Perlawanan terhadap Israel

favicon progres.id
tentara israel
Tentara Israel (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah (Houthi) Yaman, Muhammad Al-Farah menyoroti apa yang disebutnya sebagai standar ganda dalam perdebatan mengenai kepemilikan senjata dan perlawanan terhadap Israel. Melalui pernyataannya yang beredar di media sosial, ia mempertanyakan mengapa sebagian kalangan Arab justru mendesak pelucutan senjata terhadap kelompok-kelompok yang melawan Israel.

Dalam unggahannya, Al-Farah menyatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar adanya seruan dari kalangan Yahudi yang menuntut pelucutan senjata Israel dengan alasan senjata tersebut telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan di berbagai wilayah konflik.

Ia menyinggung tingginya jumlah korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam konflik yang terjadi di Jalur Gaza. Menurutnya, senjata Israel digunakan dalam tindakan agresi, bukan untuk tujuan pertahanan.

Berdasarkan pandangan tersebut, Al-Farah mempertanyakan sikap sebagian pihak di dunia Arab yang dinilainya terburu-buru menyerukan pelucutan senjata terhadap kelompok-kelompok yang dianggap memperjuangkan kehormatan dan kedaulatan umat dalam menghadapi Israel.

Dalam pernyataannya, Al-Farah menggambarkan Israel sebagai musuh historis bagi negara-negara di kawasan serta bagi umat Islam. Ia menilai seruan untuk melucuti senjata kelompok-kelompok perlawanan perlu dikaji secara kritis di tengah berlanjutnya konflik dan ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut memicu diskusi di media sosial mengenai isu pertahanan, perlawanan bersenjata, serta dinamika konflik Israel-Palestina yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *