Sebelum Gencatan Senjata, IRGC Hantam 25 Target Strategis dalam Gelombang Serangan ke-100

favicon progres.id
rudal sejjil
Rudal Sejjil (Foto: Tasnim News)

PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan besar-besaran dalam gelombang ke-100 Operasi “True Promise 4”, yang disebut sebagai salah satu operasi paling luas sebelum diberlakukannya gencatan senjata.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan tersebut menargetkan lebih dari 25 sasaran strategis yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Target mencakup fasilitas energi, infrastruktur militer, serta pusat teknologi yang disebut terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

IRGC mengklaim sebanyak 13 fasilitas energi dan jalur pipa minyak menjadi sasaran utama, disusul 10 target militer, keamanan, dan logistik, serta sejumlah infrastruktur teknologi. Serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Beberapa fasilitas energi yang disebut menjadi target antara lain milik perusahaan energi global seperti Chevron, ExxonMobil, dan Dow Chemical, yang tersebar di wilayah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

Selain itu, IRGC juga mengklaim menyerang sejumlah titik penting di Israel, termasuk fasilitas industri di Beersheba, pusat intelijen di kawasan Menara Azrieli, hingga Bandara Ben Gurion. Kilang minyak di Haifa dan sejumlah fasilitas pemerintahan di Yerusalem juga disebut menjadi sasaran.

Dalam operasi yang disebut membawa pesan balasan keras tersebut, IRGC menyatakan serangan dilakukan dari berbagai titik, membentang dari kawasan Mediterania hingga Semenanjung Arab.

Sementara itu, Angkatan Laut IRGC dilaporkan turut terlibat dengan menargetkan sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk kapal perang dan pangkalan militer di Kuwait. IRGC juga menegaskan tetap mempertahankan kendali strategis atas Selat Hormuz.

Serangan ini disebut sebagai respons atas tekanan militer yang meningkat terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir. IRGC menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih luas dan berdampak besar.

Pernyataan tersebut juga menyinggung peran negara-negara mitra Amerika di kawasan, yang diminta untuk mempertimbangkan kembali kerja sama mereka di tengah meningkatnya risiko konflik.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait rincian serangan maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan. Namun, klaim ini muncul di tengah eskalasi konflik regional yang semakin intens, menjelang upaya gencatan senjata yang tengah diupayakan berbagai pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *