Serangan Balasan Besar-besaran! Hizbullah Hantam Target Israel Bertubi-tubi di Tengah Eskalasi Lebanon

favicon progres.id
tentara zionis meratapi temannya tewas
Tentara zionis Israel meratapi rekannya yang tewas (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, melancarkan gelombang serangan balasan terhadap sejumlah target militer Israel sebagai respons atas serangan mematikan yang terus berlangsung di wilayah Lebanon.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, Hizbullah merinci rangkaian operasi militer yang dilakukan sejak dini hari, menargetkan posisi pasukan, infrastruktur militer, hingga permukiman di wilayah pendudukan.

Serangan dimulai sekitar pukul 00.40 waktu setempat, ketika roket ditembakkan ke permukiman Kiryat Shmona, Metulla, dan Misgav Am. Tak lama berselang, sekitar pukul 01.15, infrastruktur militer Israel di kota Safad juga menjadi sasaran serangan roket.

Pada pukul 01.40, Hizbullah mengerahkan drone serang untuk menghantam posisi pasukan Israel yang berkumpul di sebuah bangunan di wilayah Chamaa, dengan klaim mengenai serangan langsung ke target.

Serangan berlanjut hingga pagi hari. Sekitar pukul 06.20, barak militer Ya’ara menjadi target roket, disusul serangan ke fasilitas militer di Adamit pada pukul 06.30.

Tidak hanya itu, pada pukul 02.00 dini hari, Hizbullah mengklaim berhasil menghancurkan sebuah tank tempur Merkava di Bukit Al-Oweida, dekat perbatasan Odeissah, menggunakan rudal berpemandu yang kemudian diikuti oleh serangan drone, sehingga menyebabkan kendaraan tersebut terbakar.

Gelombang serangan berlanjut pada pukul 08.10 dengan roket yang kembali menghantam Kiryat Shmona, serta pukul 08.45 saat drone dalam jumlah besar diarahkan ke posisi pasukan dan kendaraan militer Israel di Metulla.

Eskalasi ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat, yang salah satu syarat utamanya mencakup penghentian konflik di Lebanon. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, sebelumnya menegaskan bahwa stabilitas di Lebanon menjadi prasyarat penting sebelum negosiasi lebih lanjut dengan Washington dimulai.

Proposal 10 poin yang diajukan Iran—dan disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai dasar negosiasi—juga menekankan penghentian agresi di seluruh kawasan, termasuk terhadap Lebanon.

Namun, sejak pengumuman gencatan senjata tersebut, serangan Israel justru dilaporkan meningkat tajam, menewaskan ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta memperparah situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *