Media Israel Akui Hizbullah Kembali Gunakan Taktik Gerilya, Empat Tentara Terluka

favicon progres.id
tentara israel terluka
Petugas membawa seorang tentara Israel yang terluka akibat serangan Hizbullah (Foto: Telegram)

PROGRES.ID – Media Israel mengungkap meningkatnya efektivitas serangan Hizbullah di Lebanon Selatan, setelah empat tentara Israel terluka akibat ledakan bom yang disebut telah dipasang secara terencana di jalur pergerakan pasukan.

Channel 13 Israel melaporkan bahwa dalam insiden terbaru, Hizbullah terlebih dahulu memantau dan menentukan rute yang akan dilalui pasukan Israel sebelum meledakkan alat peledak di lokasi tersebut.

“Dalam insiden terakhir, Hizbullah menanam bom dan telah mengetahui jalur pergerakan pasukan kami sebelumnya, lalu meledakkannya sehingga melukai empat tentara,” demikian laporan Channel 13.

Media tersebut juga menyebut Hizbullah kini kembali menerapkan strategi perang gerilya, taktik yang dinilai tidak membutuhkan jumlah besar pejuang namun efektif dalam menguras kekuatan lawan.

Menurut laporan itu, kelompok tersebut berhasil mempertahankan tekanan terhadap militer Israel melalui serangan berulang yang menyebabkan korban dan kelelahan di pihak pasukan.

“Hizbullah berhasil mencapai hasil. Mereka memburu kami, menguras kekuatan kami, dan melukai pasukan kami,” lanjut laporan tersebut.

Channel 13 bahkan membandingkan situasi saat ini dengan periode “sabuk keamanan” Israel di Lebanon selatan pada era 1990-an, ketika militer Israel menghadapi serangan gerilya berkepanjangan dari kelompok perlawanan Lebanon.

“Siapa pun yang mengingat zona sabuk keamanan pada 1990-an akan melihat bahwa kita sedang menghadapi gambaran yang sama persis,” ujar laporan itu.

Di tengah meningkatnya eskalasi, media tersebut juga menyinggung kemungkinan intervensi politik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penghentian konflik.

“Trump akan melakukan hal yang benar jika mengumumkan bahwa gencatan senjata harus berlaku penuh dan mutlak mulai sekarang,” tulis Channel 13.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *