PROGRES.ID – Jurnalis dan Analis politik Lebanon Hassan Al-Durr menilai serangan yang terjadi di kawasan Dahieh, Beirut selatan, berkaitan erat dengan dinamika menjelang kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam analisisnya, Al-Durr menyebut bahwa kesepakatan yang tengah dibahas memunculkan penolakan di kedua belah pihak. Di Iran, menurutnya, sebagian kalangan publik menganggap kesepakatan tersebut belum mencerminkan hasil yang sepadan dengan capaian yang diperoleh Teheran selama periode konflik dan konfrontasi regional.
Sementara itu di Israel, lanjut Al-Durr, terdapat keberatan baik dari kalangan politik maupun masyarakat karena kesepakatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel serta tidak memberikan keuntungan strategis yang signifikan setelah serangkaian pencapaian taktis yang diklaim terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Al-Durr menilai serangan yang menyasar Dahieh pada hari ini merupakan upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meyakinkan basis pendukungnya bahwa dirinya tetap memegang kendali penuh atas pengambilan keputusan strategis.
“Netanyahu ingin menunjukkan kepada publiknya bahwa ia adalah pemegang keputusan dan tidak akan menerima adanya persamaan atau aturan main yang dipaksakan kepadanya,” tulis Al-Durr.
Menurutnya, perhatian berikutnya kini tertuju pada respons Iran terhadap perkembangan tersebut. Al-Durr memperkirakan Teheran akan memberikan tanggapan atas serangan itu.
Ia berpendapat bahwa apabila Iran memilih merespons, langkah tersebut akan menjadi pesan politik sekaligus strategis kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Teheran memasuki proses kesepakatan dari posisi yang kuat.
Selain itu, respons Iran juga akan dimaksudkan untuk menegaskan bahwa jika Israel tidak mematuhi ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Lebanon setelah tercapainya kesepakatan, maka Iran memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi tersebut dan mempertahankan kepentingannya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun Israel yang menanggapi secara langsung analisis tersebut. Sementara itu, perkembangan hubungan Washington-Teheran serta situasi keamanan di Lebanon terus menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.












