PROGRES.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir di Provinsi Isfahan.

Unit IRGC di Isfahan melalui pernyataan yang dirilis pada Sabtu menegaskan bahwa informasi mengenai serangan terhadap pusat dan fasilitas nuklir di wilayah tersebut tidak benar.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebut fasilitas nuklir Iran di Isfahan menjadi sasaran serangan pasukan AS-Israel.

IRGC menyatakan tidak ada serangan seperti yang diklaim dalam informasi yang beredar. Masyarakat pun diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang sumbernya tidak jelas.

IRGC Sebut Kabar Hoaks Bisa Picu Kepanikan

Garda Revolusi menilai penyebaran kabar tersebut tidak dapat dilepaskan dari situasi yang tengah sensitif. Menurut IRGC, rumor mengenai serangan terhadap fasilitas strategis dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang bermusuhan untuk meningkatkan ketegangan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain menciptakan kepanikan, informasi yang belum terverifikasi dinilai dapat mengganggu ketenangan psikologis masyarakat.

Karena itu, IRGC mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di platform media sosial.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan kembali klaim yang belum terkonfirmasi, termasuk menggunakan foto-foto lama atau laporan dari akun dan sumber yang tidak memiliki kredibilitas jelas.

Isfahan Jadi Salah Satu Pusat Program Nuklir Iran

Isfahan merupakan salah satu wilayah penting dalam program nuklir Iran. Provinsi yang berada di bagian tengah negara tersebut menjadi lokasi sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas nuklir Iran.

Posisi strategis itu membuat setiap kabar mengenai serangan terhadap fasilitas di Isfahan berpotensi memicu perhatian besar, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Meski demikian, hingga pernyataan tersebut dikeluarkan, IRGC menyatakan tidak ada serangan terhadap fasilitas nuklir di Isfahan seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Masyarakat Iran kini diminta menunggu informasi dari sumber resmi dan tidak menjadikan unggahan media sosial yang belum terverifikasi sebagai rujukan utama.