PROGRES.ID – Pasukan Yaman melancarkan serangkaian serangan terhadap kelompok bersenjata yang didukung Arab Saudi di Provinsi Ta’izz, Yaman barat daya. Serangan juga dilaporkan terjadi di kawasan pesisir yang berada di sekitar Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Media lokal melaporkan, unit militer Yaman menembakkan sejumlah rudal balistik ke posisi, titik berkumpul, serta kendaraan milik pasukan yang didukung Saudi di sisi timur dan barat Ta’izz.

Sumber-sumber Yaman yang dikutip media setempat menyebut sedikitnya 105 anggota pasukan pro-Saudi tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan selama 24 jam terakhir.

Namun, angka korban tersebut belum disertai verifikasi independen.

Pasukan Yaman Bergerak di Sejumlah Wilayah

Selain serangan rudal, pasukan Yaman dilaporkan bergerak menuju kawasan al-Bireen di Distrik al-Maafer, Ta’izz. Wilayah tersebut memiliki posisi strategis karena berada di jalur penghubung antara Ta’izz dan Aden, yang terletak di Yaman bagian selatan.

Penguasaan al-Bireen dinilai dapat mengganggu jalur logistik pasukan yang didukung Saudi sekaligus membatasi pergerakan bantuan dan pasukan tambahan menuju Ta’izz.

Pasukan Yaman juga disebut telah menguasai kawasan al-Makazemah dan al-Ikad. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperluas kendali atas Ta’izz dan menekan kelompok milisi yang mendapat dukungan Saudi.

Di wilayah pesisir barat, tepatnya Provinsi Hudaydah, pertempuran antara pasukan Yaman dan kelompok bersenjata yang didukung Saudi juga masih berlangsung.

Pertempuran Kembali Memanas

Bentrokan di sejumlah front di Ta’izz dan Hudaydah dilaporkan kembali meningkat sejak Kamis. Pertempuran tersebut menimbulkan korban di kedua belah pihak.

Eskalasi terbaru terjadi ketika Yaman masih menghadapi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang berkepanjangan. Konflik bersenjata telah berlangsung selama bertahun-tahun dan membuat kondisi kehidupan masyarakat sipil semakin sulit.

Pada 20 Juli, pemerintah yang berbasis di Sana’a mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap apa yang mereka anggap sebagai pengepungan dan tekanan ekonomi berkepanjangan dari Riyadh terhadap Yaman.

Setelah pengumuman itu, angkatan bersenjata Yaman beberapa kali menyatakan telah melancarkan operasi terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di kawasan Laut Merah.

Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2015

Konflik Yaman memasuki fase besar pada Maret 2015 ketika Arab Saudi bersama sejumlah negara sekutunya melancarkan operasi militer terhadap Yaman.

Koalisi tersebut juga mendapat dukungan militer, politik, dan logistik dari Amerika Serikat serta sejumlah negara Barat.

Perang yang berlangsung selama lebih dari satu dekade telah menyebabkan puluhan ribu warga Yaman meninggal dunia dan memicu salah satu krisis kemanusiaan paling parah di dunia.

Arab Saudi sebelumnya berupaya mengembalikan pemerintahan yang dianggap sejalan dengan kepentingannya. Namun, konflik berkepanjangan belum menghasilkan penyelesaian politik yang mampu mengakhiri pertikaian secara menyeluruh.