PROGRES.ID, TEHERAN — Sebanyak 27 bandara di Iran dilaporkan mengalami kerusakan selama konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel. Meski sejumlah infrastruktur penerbangan terdampak, layanan transportasi udara di negara itu kini kembali beroperasi.
CEO Iran Airports and Air Navigation Company, Morteza Dehqan, mengatakan kerusakan terjadi pada berbagai fasilitas penting bandara. Di antaranya area operasional pesawat, landasan pacu, taxiway, area parkir pesawat, fasilitas keselamatan dan pemadam kebakaran, perangkat navigasi, hingga terminal penumpang.
“Kami harus segera melanjutkan pemberian layanan meskipun tingkat kerusakannya cukup besar,” kata Dehqan dalam konferensi pers, seperti diberitakan sejumlah media Iran, Senin.
Menurut Dehqan, pemerintah Iran melalui Kementerian Jalan dan Pembangunan Perkotaan menjadikan pemulihan layanan transportasi udara sebagai salah satu prioritas setelah konflik. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan secepat mungkin.
Keselamatan menjadi fokus utama dalam proses pemulihan, termasuk memastikan kelayakan landasan untuk lepas landas dan mendarat serta memulihkan sistem navigasi dan pengendalian lalu lintas udara.
Dehqan mengatakan perbaikan sejumlah fasilitas dilakukan secara bersamaan. Tim ahli navigasi udara Iran terlebih dahulu memanfaatkan peralatan yang tersedia, termasuk perangkat yang sempat mengalami kerusakan, untuk mengembalikan sistem agar dapat digunakan kembali.
“Penerbangan tidak mungkin dilakukan tanpa infrastruktur bandara dan navigasi udara. Karena itu, rekonstruksi bandara dan sistem navigasi dilakukan secara bersamaan,” ujarnya.
Libatkan Perusahaan Teknologi Dalam Negeri
Dalam tahap berikutnya, Iran melibatkan perusahaan domestik dan perusahaan berbasis teknologi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur penerbangan.
Dehqan mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah mengembangkan kemampuan untuk menyediakan sistem, peralatan, serta teknologi yang dibutuhkan industri transportasi udara.
Sebagian perusahaan dan perangkat mereka juga disebut ikut terdampak selama konflik. Namun, pemerintah dan pengelola bandara menyediakan fasilitas yang diperlukan agar para tenaga ahli dapat bekerja bersama tim internal dalam proses rekonstruksi.
Menurut Dehqan, kembalinya penerbangan saat ini merupakan hasil dari kerja berbagai sektor yang bergerak secara bersamaan setelah pemerintah menetapkan transportasi udara sebagai prioritas.
Ia juga mengapresiasi upaya para pekerja yang selama konflik berusaha melindungi peralatan vital. Sejumlah perangkat penting dari menara pengawas dan bangunan teknis bandara disebut dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Bahkan, kata Dehqan, sejumlah kontraktor ikut membantu proses pemulihan tanpa menunggu kontrak maupun pembayaran.
Konflik Berakhir dengan Gencatan Senjata
Kerusakan terhadap infrastruktur penerbangan tersebut terjadi dalam konflik yang menurut otoritas Iran berlangsung pada 28 Februari hingga 7 April.
Iran menyebut serangan tersebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya. Dalam perkembangan terakhir, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata secara sepihak pada 7 April.
Pemerintah Iran menyatakan telah melakukan serangkaian serangan balasan terhadap sejumlah sasaran yang disebut strategis dan sensitif di kawasan.
Namun, berbagai klaim terkait serangan, kerusakan, maupun dampak militer selama konflik perlu dilihat berdasarkan verifikasi dari sumber independen.
Pemulihan bandara menjadi bagian penting bagi Iran untuk mengembalikan konektivitas udara sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi nasional setelah konflik.

Komentar