PROGRES.ID – Nama Kevin Diks menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Bek kelahiran Belanda tersebut tidak hanya dipercaya sebagai salah satu pemain utama di lini belakang, tetapi juga mengemban ban kapten Garuda sepanjang turnamen.

Kevin Diks ditunjuk sebagai kapten setelah Jay Idzes absen akibat cedera. Tanggung jawab tersebut datang ketika Indonesia bersiap menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 pada September lalu.

Menariknya, Diks mampu menutup turnamen dengan pencapaian istimewa. Indonesia akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026. Sehari setelah membawa Garuda meraih trofi, Diks juga merayakan ulang tahunnya yang ke-30.

Biodata Kevin Diks

Kevin Diks memiliki nama lengkap Kevin Diks Bakarbessy. Ia lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996.

Diks memiliki darah Indonesia dari garis keluarga ibunya. Pemerintah Indonesia mencatat bahwa nenek Diks lahir di Ambon, sementara kakeknya berasal dari Morotai, Maluku Utara.

Sebelum menjadi Warga Negara Indonesia, Diks merupakan pemain sepak bola Belanda yang telah menjalani sebagian besar kariernya di Eropa.

Berikut profil singkat Kevin Diks:

  • Nama lengkap: Kevin Diks Bakarbessy
  • Nama populer: Kevin Diks
  • Tempat lahir: Apeldoorn, Belanda
  • Tanggal lahir: 6 Oktober 1996
  • Usia: 30 tahun per 6 Oktober 2026
  • Tinggi badan: sekitar 1,86 meter
  • Posisi: Bek tengah, bek kanan, bek kiri
  • Kaki dominan: Kanan
  • Klub: Borussia Mönchengladbach
  • Tim nasional: Indonesia
  • Nomor punggung klub: 4

Data Bundesliga mencatat Diks sebagai pemain bertahan Borussia Mönchengladbach. Ia juga tercatat sebagai pemain Indonesia setelah proses pergantian kewarganegaraan yang diselesaikannya pada November 2024.

Punya Darah Maluku dari Keluarga Ibu

Kehadiran Kevin Diks di Timnas Indonesia tidak lepas dari garis keturunannya.

Kementerian Hukum menyebut Diks mempunyai garis keturunan Indonesia dari nenek yang lahir di Ambon dan kakek yang lahir di Morotai, Maluku Utara. Faktor tersebut menjadi bagian penting dalam proses naturalisasinya sebagai WNI.

Pada 8 November 2024, Diks resmi mengucapkan sumpah kewarganegaraan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark.

Dengan selesainya proses tersebut, Diks secara resmi berstatus WNI dan kemudian dapat memperkuat Timnas Indonesia dalam pertandingan internasional.

Perjalanan Karier Kevin Diks Dimulai dari Belanda

Karier sepak bola Diks berawal dari lingkungan tempat kelahirannya di Belanda.

Ia bergabung dengan akademi Vitesse Arnhem ketika masih berusia sembilan tahun. Sebelumnya, Diks juga sempat menimba pengalaman di VIOS Vaassen dan AGOVV Apeldoorn.

Perkembangan pesat di akademi Vitesse membuatnya mendapatkan kesempatan masuk tim utama. Diks melakukan debut di Eredivisie pada Agustus 2014 saat menghadapi PEC Zwolle.

Dalam waktu relatif singkat, ia mampu mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi bek kanan Vitesse.

Kemampuan tersebut kemudian menarik perhatian klub Italia, Fiorentina.

Pada musim panas 2016, Fiorentina merekrut Diks dari Vitesse. Namun, persaingan di Serie A membuatnya lebih banyak menjalani masa peminjaman.

Ia kemudian kembali ke Vitesse dengan status pinjaman dan membantu klub tersebut menjuarai Piala Belanda. Setelah itu, Diks juga sempat memperkuat Feyenoord dengan status pinjaman dan kembali merasakan gelar Piala Belanda.

Pernah Bermain di Italia dan Belanda

Perjalanan Diks tidak selalu mulus.

Setelah masa bersama Fiorentina dan sejumlah periode peminjaman, ia sempat bermain untuk Empoli. Namun, kariernya kemudian menemukan momentum baru ketika pindah ke Denmark.

Diks bergabung dengan Aarhus dan mulai menunjukkan kemampuan lebih baik, termasuk dalam mencetak gol.

Penampilan positif tersebut mengantarkannya ke salah satu klub terbesar Denmark, FC Copenhagen.

Baca lebih lanjut…