PROGRES.ID – Nusron Wahid yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) sedang menjadi sorotan terkait kasus PT Summarecon Agung Tbk. Banyak orang mengira jika politisi Partai Golkar tersebut adalah salah satu anggota keluarga atau keturunan KH Wahid Hasyim. Terlebih lagi, ia besar dari organisasi sayap NU.

Beberapa tahun lalu Nusron sempat mengklarifikasi bahwa ia bukan berasal dari keluarga Abdurrahman Wahid dan KH Wahid Hasyim. Ia bahkan membantah isu yang beredar di media sosial yang menyebut nama aslinya Nusron Purnomo.

“Terima kasih fitnahnya, semoga dosa saya diampuni. Saya lahir di kudus, dengan nama lengkap Nusron Wahid. Tidak pernah punya nama lain,” tulis Nusron di X atau dulu Twitter tahun 2016 lalu.

Kala itu, ia juga mengunggah fotokopi akta kelahiran untuk memastikan bahwa nama Nusron Wahid adalah nama pemberian orang tuanya. “Kalau ada yang ingin ubah namaku dengan Nusron Purnomo, sebaiknya izin dengan ortuku dan buat “bancakan” atau selamatan dulu,” imbuhnya.

Lalu Nusron Wahid anak siapa?

Menukil Wikipedia, Nusron Wahid lahir pada 12 Oktober 1973 di Kudus, Jawa Tengah. Ia merupakan anak dari Khuzairi berdasarkan akta kelahiran dan ijazah yang pernah ia unggah di media sosial.

Nusron menempuh pendidikan di Kudus hingga jenjang SMA. Kemudian melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI), Jurusan Ilmu Sejarah lalu jenjang S2 ia mengambil Program Studi Ilmu Ekonomi, Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karier Nusron cukup cemerlang sebelum ia menjabat Menteri ATR/BPN. Ia pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Umum PB PMII (2000-2003), Anggota Komisi VI DPR RI (2009–2014), Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (2010-2015), Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tahun 2014–2019. Ia juga menjabat Komisaris PT. CBN dan Komisaris PT. Palima Timada.