PROGRES.ID – Petenis Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri perjuangannya di nomor ganda Wuhan Open 2026 setelah kalah bersama petenis Amerika Serikat Caty McNally pada Selasa (13/10/2026). Meski demikian, peluang Janice untuk melanjutkan kiprah di turnamen WTA 1000 tersebut masih terbuka melalui nomor tunggal.
Janice/McNally dikalahkan pasangan China, Tang Qianhui/Xu Yifan, dengan skor 6-4, 4-6, 2-10. Mereka sempat memenangi set pertama, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah lawan bangkit pada set kedua dan tampil dominan dalam tie-break penentuan. Pertandingan berlangsung selama satu jam 32 menit.
Sempat Unggul, Janice dan McNally Kehilangan Momentum
Janice dan McNally memulai pertandingan dengan baik ketika berhasil mengamankan set pertama 6-4. Namun, Tang dan Xu meningkatkan permainan pada set kedua dan membalas dengan skor identik untuk memaksakan set penentuan.
Dalam format tie-break set ketiga, pasangan China tampil lebih efektif dan menang 10-2. Hasil itu memastikan Tang/Xu melaju ke babak berikutnya, sedangkan Janice dan McNally harus mengakhiri perjalanan mereka di sektor ganda.
Statistik pertandingan memperlihatkan persaingan yang cukup seimbang. Kedua pasangan sama-sama memenangi 50 persen total poin. Janice/McNally mencatatkan 19 kesalahan sendiri, sementara Tang/Xu melakukan 22 kesalahan. Akan tetapi, pasangan China mampu memanfaatkan momen penting dengan lebih baik, terutama pada tie-break penentuan.
Janice Tjen Sebelumnya Tampil Meyakinkan di Tunggal
Kegagalan di nomor ganda datang setelah Janice meraih kemenangan meyakinkan pada pertandingan pembuka tunggal putri Wuhan Open.
Pada Senin (12/10/2026), petenis kelahiran Jakarta itu menundukkan wakil Jepang Aoi Ito dengan skor 6-3, 6-1 dalam waktu satu jam 13 menit. Janice memenangi 61 persen total poin dan menghasilkan 22 winner, jauh lebih banyak dibandingkan enam winner milik Ito.
Penampilan tersebut memperlihatkan kemampuan Janice mengendalikan pertandingan, terutama ketika memasuki set kedua. Ia mampu menekan servis lawan dan membangun keunggulan hingga menutup pertandingan dalam dua set langsung.
Kemenangan atas Ito mengantarkan Janice ke babak kedua tunggal Wuhan Open. Berdasarkan jadwal pertandingan yang tersedia, ia dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara petenis Belgia Elise Mertens dan petenis Ukraina Daria Snigur. Hasil pertandingan tunggal babak kedua Janice belum terkonfirmasi dalam laporan yang tersedia saat artikel ini disusun.
Target Menjaga Performa di Level Elite
Wuhan Open merupakan turnamen kategori WTA 1000 yang menghadirkan sejumlah pemain papan atas dunia. Bagi Janice, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk menguji konsistensi dan mengumpulkan pengalaman menghadapi persaingan di level tertinggi tenis profesional.
Janice mencuri perhatian dunia tenis pada 2025 setelah menjuarai Chennai Open. Ia menjadi petenis putri Indonesia pertama dalam 23 tahun yang memenangi gelar tunggal level WTA Tour, sekaligus menutup musim dengan lonjakan besar dalam peringkat dunia.
Perjalanan Janice di Wuhan belum selesai. Walaupun tersingkir dari sektor ganda, perhatian kini tertuju pada penampilannya di nomor tunggal. Kemenangan pada babak berikutnya akan menjadi pencapaian penting sekaligus memperbesar peluangnya melangkah lebih jauh di salah satu turnamen besar dalam kalender WTA.

Komentar