PROGRES.ID – Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan pembagian dividen tunai pada Oktober hingga November 2026. Beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA).

Pembagian dividen ini menjadi perhatian investor yang ingin memperoleh pendapatan tambahan dari kepemilikan saham. Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan informasi pasar modal terkini, sejumlah emiten telah menetapkan nilai dividen serta tanggal pembayaran pada periode tersebut.

Investor perlu memperhatikan bahwa dividen yang diumumkan tidak otomatis menjadikan sebuah saham menarik untuk dibeli. Harga saham dapat berubah sebelum maupun setelah tanggal ex dividen, sehingga potensi keuntungan perlu dihitung bersama risiko pergerakan harga.

Daftar Saham yang Membagikan Dividen Oktober-November 2026

Berikut daftar emiten BEI yang telah mengumumkan pembagian dividen untuk periode Oktober hingga November 2026.

Kode saham Nilai dividen per saham Jadwal pembayaran
BSBK Rp1 20 Oktober 2026
TLDN Rp20 22 Oktober 2026
AUTO Rp72,52 26 Oktober 2026
AMRT Rp14,50 27 Oktober 2026
PLIN Rp76 27 Oktober 2026
ASII Rp98 30 Oktober 2026
BUAH Rp10 6 November 2026
CSRA Rp15 13 November 2026

Jadwal dan besaran dividen di atas merujuk pada pengumuman KSEI serta laporan pasar modal yang tersedia hingga 13 Oktober 2026.

Perlu diperhatikan bahwa tanggal cum dividen sejumlah saham sudah berlalu atau jatuh pada 13 Oktober 2026. Investor yang baru membeli saham setelah tanggal cum dividen di pasar reguler tidak memperoleh hak atas pembagian dividen tersebut.

1. Astra International (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu emiten dengan nilai dividen interim terbesar dalam daftar ini. Perusahaan tersebut menetapkan dividen sebesar Rp98 per saham, dengan total pembagian sekitar Rp3,89 triliun.

Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026. Adapun tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 12 Oktober 2026, sedangkan ex dividen pada 13 Oktober 2026.

Dengan jadwal tersebut, investor yang baru membeli saham ASII pada 13 Oktober 2026 di pasar reguler tidak lagi berhak atas dividen interim ini. Karena itu, informasi tanggal pembayaran perlu dibedakan dari batas akhir untuk memperoleh hak dividen.

2. Astra Otoparts (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga masuk dalam daftar saham yang membagikan dividen pada Oktober 2026.

Emiten komponen otomotif ini menetapkan dividen interim sebesar Rp72,52 per saham setelah adanya revisi nilai pembagian. KSEI mencatat pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Oktober 2026.

Tanggal cum dividen AUTO di pasar reguler dan negosiasi adalah 13 Oktober 2026, sementara ex dividen jatuh pada 14 Oktober 2026. Dengan demikian, tanggal cum tersebut menjadi perhatian bagi investor yang ingin memperoleh hak atas dividen interim yang diumumkan.

3. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT)

Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), mengumumkan dividen interim sebesar Rp14,50 per saham.

Perusahaan menjadwalkan pembayaran dividen pada 27 Oktober 2026. Total nilai pembagian dividen yang diumumkan mencapai sekitar Rp595,83 miliar.

AMRT menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 13 Oktober 2026, dengan ex dividen pada 14 Oktober 2026. Investor perlu mencermati batas tersebut karena pembelian saham setelah ex date tidak lagi memberikan hak atas dividen yang sedang dibagikan.

4. Plaza Indonesia Realty (PLIN)

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menetapkan dividen interim sebesar Rp76 per saham, dengan jadwal pembayaran pada 27 Oktober 2026.

Berdasarkan dokumen KSEI, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 15 Oktober 2026, sedangkan ex dividen dijadwalkan pada 16 Oktober 2026.

Meski demikian, investor perlu memeriksa status perdagangan saham PLIN sebelum mengambil keputusan. Katadata melaporkan bahwa perdagangan saham tersebut telah mengalami suspensi sejak Januari 2025 terkait ketentuan minimum kepemilikan saham publik atau free float.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting karena hak dividen dan kemudahan memperdagangkan saham merupakan dua hal berbeda.

5. Wulandari Bangun Laksana (BSBK)

PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mengumumkan dividen interim sebesar Rp1 per saham.

Berdasarkan jadwal KSEI, pembayaran dividen ditetapkan pada 20 Oktober 2026. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 13 Oktober 2026, sedangkan ex dividen pada 14 Oktober 2026.

Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tersebut perlu memperhatikan tanggal cum dividen, bukan semata-mata tanggal pembayaran yang tercantum dalam kalender aksi korporasi.

6. Teladan Prima Agro (TLDN)

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) masuk dalam daftar emiten yang membagikan dividen interim pada Oktober 2026.

Nilai dividen yang diumumkan mencapai Rp20 per saham, dengan jadwal pembayaran pada 22 Oktober 2026.

Investor sebaiknya memeriksa kembali pengumuman resmi perusahaan atau KSEI untuk memastikan tanggal cum dividen, ex dividen, dan recording date sebelum menentukan kelayakan memperoleh pembagian tersebut.

7. Segar Kumala Indonesia (BUAH)

PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) dijadwalkan membagikan dividen interim sebesar Rp10 per saham pada 6 November 2026.

KSEI mencatat cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Oktober 2026, sedangkan ex dividen pada 19 Oktober 2026. Recording date ditetapkan pada 20 Oktober 2026.

BUAH menjadi salah satu emiten yang perlu diperhatikan investor karena jadwal pembayarannya masuk November, meskipun batas akhir untuk memperoleh hak dividen berada pada Oktober.

8. Cisadane Sawit Raya (CSRA)

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mengumumkan dividen interim sebesar Rp15 per saham.

Menurut dokumen KSEI yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 22 Oktober 2026, sedangkan ex dividen pada 23 Oktober 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 13 November 2026.

Dengan jadwal tersebut, CSRA menjadi salah satu saham yang pembayaran dividennya masuk dalam periode November 2026. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja bisnis, kondisi keuangan, dan risiko harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.

Cara Mendapatkan Dividen Saham BEI

Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memahami beberapa tanggal penting dalam kalender aksi korporasi.

  • Cum dividen: hari terakhir pembelian saham yang masih disertai hak atas dividen untuk pasar yang bersangkutan.
  • Ex dividen: tanggal ketika saham diperdagangkan tanpa hak atas dividen yang sedang dibagikan.
  • Recording date: tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
  • Payment date: tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan.

Tanggal tersebut dapat berbeda untuk pasar reguler, negosiasi, dan tunai. Oleh karena itu, investor sebaiknya memeriksa jadwal lengkap pada pengumuman resmi KSEI.

Apakah Saham Pembagi Dividen Layak Dibeli?

Saham yang membagikan dividen dapat menjadi bagian dari strategi investasi untuk memperoleh pendapatan tunai. Namun, besarnya dividen tidak selalu sejalan dengan potensi keuntungan total.

Investor perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain:

  1. Dividend yield. Bandingkan nilai dividen dengan harga saham agar dapat mengetahui persentase imbal hasilnya.
  2. Kinerja keuangan. Periksa laba, arus kas, utang, dan kemampuan perusahaan mempertahankan pembagian dividen.
  3. Pergerakan harga saham. Harga dapat turun setelah ex dividen, sehingga keuntungan dari dividen belum tentu menutup potensi kerugian harga.
  4. Likuiditas saham. Pastikan saham dapat diperdagangkan secara wajar dan tidak sedang mengalami suspensi.
  5. Pajak dan biaya transaksi. Perhitungkan pajak dividen sesuai ketentuan yang berlaku serta biaya perdagangan saham.

Strategi membeli saham hanya untuk mengejar dividen tanpa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut berisiko menimbulkan kerugian.

 

Catatan: Jadwal dan besaran dividen dapat berubah mengikuti keterbukaan informasi emiten. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.