PROGRES.ID – Gempa bumi kuat mengguncang perairan Kepulauan Vanuatu di Samudra Pasifik selatan pada Sabtu (24/10/2026) pagi WIB. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan. Besaran gempa dilaporkan berbeda-beda antarlembaga, dari 7,2 pada laporan awal hingga 6,9 setelah pembaruan data.

Menukil CNBC Indonesia, BMKG mencatat gempa utama terjadi pada pukul 09.31.28 WIB, dengan pusat gempa di laut sekitar 500 kilometer barat laut Port Vila. Gempa itu berkedalaman dangkal, yakni 10 kilometer. Beberapa menit kemudian, USGS mencatat gempa susulan bermagnitudo 6,3 pada pukul 09.35 WIB.

Laporan awal yang dikutip CNN Indonesia dari AFP menyebut gempa berkekuatan 7,2. Namun, CNN Indonesia juga melaporkan bahwa USGS kemudian memperbarui kekuatannya menjadi 6,9 dan melaporkan gempa kedua bermagnitudo 6,3 di dekat lokasi yang sama.

Tiap lembaga menyebut magnitudo yang tidak sama pada saat berbeda. Laporan awal AFP menyebut magnitudo 7,2, sementara BMKG Indonesia menyebut 7,0, sama dengan MetMalaysia. Sementara pembaruan terakhir dari USGS menjadi magnitudo 6,9.

Perbedaan ini wajar pada gempa besar, karena estimasi awal biasanya direvisi setelah data seismik lebih lengkap dianalisis.

Lokasi pusat gempa juga disebut dengan titik acuan berbeda. Sebagian besar laporan mengacu pada USGS, yaitu sekitar 197 kilometer barat-barat laut Port-Olry. Detik, mengutip Reuters dan AFP, menyebut jaraknya sekitar 200 kilometer di sebelah barat Sola. MetMalaysia memakai acuan lain, yakni sekitar 377 kilometer di selatan Lata, Kepulauan Solomon. Titik acuan yang berbeda ini menggambarkan wilayah yang sama, yaitu perairan di utara Vanuatu.

Peringatan Tsunami

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii sempat mengeluarkan peringatan. Dalam pernyataan awal yang dikutip Detik, lembaga itu menyebut tsunami berbahaya mungkin terjadi di pesisir dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa. Eranasional menyebut peringatan itu sempat memicu pembaruan potensi tsunami.

Sumber-sumber yang saya temukan belum menyebutkan apakah peringatan tersebut sudah dicabut, sehingga status terkininya belum bisa saya pastikan. Warga di wilayah terdekat sebaiknya mengikuti arahan otoritas setempat.

Untuk Indonesia dan Malaysia, kabarnya lebih jelas. BMKG menyatakan dalam keterangan resminya bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. MetMalaysia juga menyatakan gempa tidak membawa ancaman tsunami ke Malaysia.

BMKG menjelaskan bahwa gempa dipicu aktivitas penyesaran di zona outer-rise dekat Palung New Hebrides. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terjadi akibat pergerakan turun, atau sesar normal.
cnbcindonesia

Rentetan Gempa di Area yang Sama

Gempa hari ini bukan satu-satunya yang terjadi di area itu pekan ini. Detik melaporkan bahwa gempa magnitudo 6,3 mengguncang Vanuatu pada Selasa (20/10), dengan pusat sekitar 200 kilometer di barat laut Port-Olry. Katadata mencatat gempa magnitudo 5,7 pada hari yang sama, sedangkan gempa magnitudo 5,0 terjadi pada 21 Oktober. Menurut data USGS yang dikutip Katadata, pusatnya berada di koordinat -14,105 LS dan 165,5402 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Koordinat itu nyaris sama dengan lokasi gempa hari ini yang dicatat MetMalaysia, yaitu 14,1 derajat selatan dan 165,5 derajat timur.

Rentetan ini menunjukkan area tersebut sedang aktif dalam beberapa hari terakhir. Namun, hubungan antara gempa-gempa itu belum dijelaskan oleh sumber yang saya temukan, sehingga sebaiknya tidak ditafsirkan terlalu jauh.

Hingga saat ini, Detik menyebut belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Informasi ini bisa berubah seiring masuknya laporan dari lapangan, apalagi wilayah yang terdampak berupa kepulauan terpencil.

Vanuatu kerap diguncang gempa karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Seperti Indonesia, negara itu berada di jalur seismik yang membentang dari Asia Tenggara hingga cekungan Pasifik.