PROGRES.ID – Turnamen sepak bola terbesar di Asia kini berada di bawah bayang-bayang konflik. Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi, tetapi eskalasi serangan kelompok Houthi membuat banyak pihak meragukan turnamen itu bisa berjalan sesuai rencana. Sampai sekarang belum ada keputusan resmi penundaan.

Kekhawatiran memuncak setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Al Jazeera, mengutip Reuters, melaporkan bahwa serangan mematikan terhadap bandara itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300. Angka korban berbeda antarmedia.

Bola.com menyebut sedikitnya 13 korban jiwa dan lebih dari 300 luka-luka, sementara judul artikel lain dari media yang sama menyebut 14 orang tewas. Karena itu, pembaca sebaiknya melihat angka korban sebagai perkiraan yang masih berubah.

Kompas.com mencatat bahwa Arab Saudi menghadapi rentetan serangan dalam eskalasi dramatis perang melawan kelompok Houthi yang didukung Iran. Dampaknya sudah terasa di dunia olahraga. Pertandingan Liga Champions Asia yang melibatkan Al Nassr, klub Cristiano Ronaldo, sempat tertunda satu jam setelah koalisi militer pimpinan Saudi mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh.

Sederet Ajang Olahraga Ikut Terganggu

Piala Asia bukan satu-satunya yang terdampak. Menurut Reuters, turnamen golf Asian Tour menunda Saudi International tanpa batas waktu, sementara Kejuaraan Dunia Urban bersepeda dibatalkan. Turnamen eksibisi tenis Six Kings Slam di Riyadh dipindahkan dari Oktober ke Desember, dan FIFA menunda FIFAe Finals 2026 di Jeddah hingga waktu yang belum ditentukan.

Federasi sepak bola Jepang juga mengambil langkah. Suara.com melaporkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Jepang memutuskan mundur dari FIFAe World Cup karena kekhawatiran kondisi keamanan.

Suara Federasi dan Serikat Pemain

Dari sisi pemain, FIFPro Asia/Oceania menyuarakan keprihatinan. Presiden FIFPro Asia/Oceania Beau Busch, menegaskan keselamatan pemain, suporter, dan staf harus menjadi prioritas utama, serta menyebut penilaian risiko akan dilakukan sebelum setiap pemusatan latihan.

Football Australia mengaku terus memantau situasi. Pemerintah Australia, menurut laporan yang sama, masih menyarankan warganya mempertimbangkan kembali kebutuhan bepergian ke Arab Saudi.

Goal melaporkan bahwa Korea Selatan menaikkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi dan meninjau opsi lain untuk laga uji coba November melawan Arab Saudi dan Qatar.

Pernyataan paling tegas datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Jepang, Tsuneyasu Miyamoto. Dalam kongres luar biasa AFC di Tokyo pada 23 Oktober, ia menilai situasinya masih tidak aman, sehingga menggelar Piala Asia di sana tidak akan mudah.

Ia menambahkan bahwa pihak Saudi menyatakan keselamatan adalah prioritas utama, dan mereka akan bekerja sama dengan AFC untuk menentukan apakah turnamen bisa dilanjutkan, yang membutuhkan waktu.

Sikap AFC dan Penyelenggara: Belum Sepakat

Posisi pihak penyelenggara masih terbelah. Presiden AFC, Salman bin Ibrahim Al-Khalifa, menyebut pekan lalu bahwa penundaan hingga 2028 tetap menjadi kemungkinan bila diperlukan. Namun, panitia lokal menegaskan tetap berpegang pada jadwal semula. Dalam pernyataannya, mereka menyebut persiapan di semua area berjalan sesuai jadwal yang disetujui, termasuk pembangunan venue dan fasilitas.

Bola.com melaporkan bahwa AFC akan terus memantau perkembangan di Arab Saudi hingga November 2026. Media itu juga mengutip prediksi AAP News bahwa AFC tidak akan mencabut hak tuan rumah Arab Saudi, tetapi skenario yang mungkin terjadi adalah penundaan setahun ke Januari 2028.

Jepang dan Korea Selatan disebut sebagai opsi pengganti tuan rumah. Laporan itu masih berstatus kabar. Menurut iNews, AFC dikabarkan menyiapkan rapat darurat di Tokyo untuk menentukan kelanjutan turnamen. Belum ada konfirmasi resmi soal pemindahan tuan rumah.

Mengapa Taruhannya Besar?

Bagi Arab Saudi, turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi benua. Kompas menyebut Piala Asia 2027 sebagai semacam ajang uji coba bagi Arab Saudi yang telah ditetapkan FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Turnamen dijadwalkan digelar di tiga kota, yaitu Jeddah, Riyadh, dan Al Khobar. Riyadh, kota yang baru diserang, menjadi lokasi sejumlah pertandingan penting.

Bagi negara peserta, termasuk Indonesia, penundaan akan mengubah banyak hal, mulai dari jadwal persiapan, agenda FIFA Matchday, hingga rencana pemanggilan pemain. Pengamat yang dikutip Bola.com bahkan menyebut bila turnamen diundur ke 2028, jadwal putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia harus dimajukan.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada keputusan resmi penundaan, pembatalan, maupun pemindahan tuan rumah. Perkembangannya masih bergerak cepat, jadi pembaca disarankan memeriksa pengumuman resmi AFC.