Home / Internasional / Olahraga

Rabu, 13 Januari 2021 - 08:07 WIB

Abaikan Hasil Survei, Persiapan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung

Abaikan hasil survei yang mayoritas responden menolak olimpiade terselenggara, namun Jepang tetap mempersiapkan penyelenggaraan ajang ini (Foto: AFP via VOA Indonesia)

Abaikan hasil survei yang mayoritas responden menolak olimpiade terselenggara, namun Jepang tetap mempersiapkan penyelenggaraan ajang ini (Foto: AFP via VOA Indonesia)

PROGRES.ID Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan persiapan untuk pesta olahraga akbar itu masih akan berlangsung. Pernyataan itu dikeluarkan setelah lebih dari 80 persen orang di Jepang yang disurvei dalam dua jajak pendapat terpisah mengatakan Olimpiade Tokyo harus dibatalkan atau ditunda, atau mengatakan mereka percaya Olimpiade itu tidak akan berlangsung.

“Untuk memberikan kegembiraan dan harapan kepada banyak orang, kami akan melakukan yang terbaik hingga akhir,” kata Yoshiro Mori, Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Selasa (12/1/2021), dalam pidato Tahun Barunya.

Olimpiade Tokyo tetap menyertakan tahun 2020 karena memang seharusnya diselenggarakan tahun lalu namun kemudian ditunda menjadi tahun ini.

Jajak-jajak pendapat tersebut dilakukan oleh kantor berita Jepang Kyodo dan TBS (Tokyo Broadcasting System).

Hasil kedua jajak pendapat ini bertentangan dengan keputusan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yangterus mengatakan bahwa pesta olahraga akbar yang sebelumnya ditunda itu akan dilangsungkan mulai 23 Juli mendatang.

Tokyo sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang mendorong pemerintah nasional pekan lalu untuk memberlakukan keadaan darurat. Ketika mengumumkan keadaan darurat tersebut, Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan ia yakin Olimpiade Tokyo akan tetap berlangsung.

Jepang sebetulnya relatif berhasil mengendalikan virus corona tetapi lonjakan kasus baru-baru ini telah meningkatkan keraguan tentang perlunya menyelenggarakan Olimpiade, dan kekhawatiran akan potensi bahaya yang ditimbulkan dengan menghadirkan 15 ribu atlet Olimpiade dan Paralimpiade ke negara itu.

Olimpiade itu jugaakan menghadirkan puluhan ribu pelatih, juri, sponsor, wartawan dan lain-lain. Belum jelas apakah para penggemar dari luar negeri akan diizinkan datang ke Tokyo, atau apakah para penggemar lokal dibolehkan menghadiri acara itu.

Negara berpenduduk 126 juta orang itu mencatat sekitar 3.800 kematian terkait Covid-19.

Jajak pendapatTBSmenanyakan apakah Olimpiade bisa diadakan. Dalam survei telepon yang melibatkan 1.261 responden itu, 81 persen menjawab “tidak” dengan hanya 13 persen menjawab “ya”. Jawaban “tidak” itu meningkat 18 persen dari survei serupa pada Desember.

Dalam jajak pendapat Kyodo, 80,1 persen responden dalam survei telepon mengatakan Olimpiade harus dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Prosentase jawaban seperti itu melonjak lebih dari 17 persen dari survei serupa pada Desember lalu. Kyodo mengatakan survei tersebut melibatkan 715 rumah tangga yang dipilih secara acak. [ab/uh]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

General motors

Internasional

General Motors akan Keluar dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand

Internasional

Kumpulkan 82 Poin, Marquez Masih Puncaki Klasemen MotoGP

Internasional

Komunitas Muslim Bantu Bangun Kehidupan Warga Albania Pascagempa
kelahiran

Berita Utama

Angka Kelahiran Warga Minoritas Muslim di China Anjlok
Grab

Bisnis

Grab Pertimbangkan Melantai di Bursa AS pada Tahun Ini
mariah carey

Berita Utama

Abaikan Seruan Boikot, Mariah Carey Tampil di Arab Saudi
Joe Biden

Internasional

Biden Akan Menunjuk Tim Keamanan Nasional
kantor voa

Berita Utama

Tak Dapat Pembaruan Visa AS, Jurnalis VOA Kembali ke Indonesia
error: Konten ini dirpoteksi !!