PROGRES.ID – Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pesawat pengisian bahan bakar milik Israel di wilayah yang diduduki. Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi balasan atas eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu, Angkatan Darat Iran menyebutkan bahwa gelombang drone diarahkan ke pesawat tanker strategis yang berada di Bandara Ben Gurion. Fasilitas tersebut diketahui menjadi salah satu pusat logistik penting bagi operasi udara Israel.
Target Vital Operasi Udara
Pesawat pengisian bahan bakar di udara memiliki peran krusial dalam memperpanjang jangkauan jet tempur. Jika benar terdampak, serangan ini berpotensi mengganggu kemampuan operasional Angkatan Udara Israel dalam menjalankan misi jarak jauh.
Iran menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari rangkaian respons militer yang akan terus berlanjut.
Iran Tegaskan Operasi Balasan
Dalam pernyataannya, militer Iran menyatakan akan melanjutkan operasi balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk respons atas korban jiwa yang jatuh di pihak Iran.
Ketegangan meningkat sejak serangan besar yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang disebut menargetkan sejumlah fasilitas militer dan sipil.
Konflik Kian Meluas
Sejak saat itu, Iran dilaporkan terus meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target, baik di wilayah Israel maupun pangkalan militer Amerika di kawasan.
Konflik yang terus berkembang ini memicu kekhawatiran global akan potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, terutama dengan keterlibatan berbagai kekuatan militer besar.












