PROGRES.ID, JAKARTA — Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyiapkan format baru kompetisi antarnegara melalui AFC Nations League yang ditargetkan mulai digelar pada 2030. Rencana tersebut sekaligus akan membawa perubahan besar terhadap mekanisme kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Rancangan AFC menyebut Nations League akan digelar secara berkala setiap dua tahun dan melibatkan seluruh 47 negara anggota AFC. Kompetisi ini dirancang bukan sekadar sebagai turnamen baru, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pertandingan internasional dan jalur kualifikasi kompetisi utama di Asia.

Rencana tersebut sebelumnya telah diumumkan AFC pada Desember 2025. Saat itu, AFC menyatakan Nations League disiapkan untuk memperluas kesempatan bertanding bagi negara-negara anggotanya sekaligus menciptakan kalender pertandingan internasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

47 Negara Dibagi Tiga Tingkatan

Dalam rancangan terbaru yang dilaporkan sejumlah media, 47 anggota AFC akan ditempatkan dalam tiga tingkatan kompetisi.

Tier 1 dan Tier 2 masing-masing akan dihuni 18 negara. Sementara itu, 11 negara lainnya ditempatkan di Tier 3 yang akan dibagi ke dalam tiga grup.

Sistem tersebut juga dilengkapi mekanisme promosi dan degradasi. Dua tim terbaik di setiap tingkatan berpeluang naik divisi, sedangkan dua tim terbawah akan turun ke level di bawahnya. AFC juga menyiapkan jalur playoff untuk menentukan sejumlah tambahan promosi dan degradasi.

Berbeda dengan sejumlah kompetisi regional di Asia, pembagian peserta AFC Nations League tidak didasarkan pada zona geografis. AFC mempertimbangkan perbedaan jumlah negara dan tingkat kekuatan sepak bola di setiap kawasan sebagai alasan penggunaan sistem liga secara menyeluruh.

Nations League 2030 Terhubung dengan Piala Asia

Salah satu perubahan utama dalam proposal tersebut adalah keterkaitan AFC Nations League dengan kualifikasi Piala Asia.

Edisi yang terkait dengan Piala Asia direncanakan mulai berlangsung pada 2030. Dalam format ini, setiap tim akan memainkan enam pertandingan, terdiri atas tiga laga kandang dan tiga pertandingan tandang.

Seluruh peserta Tier 1 serta enam tim dengan performa terbaik dari Tier 2 akan memperoleh tiket ke putaran final Piala Asia.

Proposal tersebut juga mencakup rencana menggeser penyelenggaraan Piala Asia dari 2031 menjadi 2032. Namun, perubahan jadwal dan format tersebut masih merupakan bagian dari rancangan yang perlu melalui proses pembahasan lebih lanjut.

Selain menentukan jalur ke Piala Asia, delapan tim terbaik Tier 1 akan melanjutkan persaingan menuju fase gugur untuk memperebutkan gelar juara AFC Nations League.

Babak perempat final dirancang menggunakan sistem kandang dan tandang. Sementara semifinal serta final akan dimainkan di satu lokasi netral.

Kualifikasi Piala Dunia Mulai Terintegrasi

Format yang lebih besar akan diterapkan ketika Nations League digunakan untuk mendukung kualifikasi Piala Dunia.

Menurut rancangan yang dilaporkan ESPN dan dikutip sejumlah media internasional, siklus Nations League yang terhubung dengan kualifikasi Piala Dunia pertama kali dijadwalkan pada musim 2032-2033.

Pada Tier 1, 18 tim akan menjalani total 12 pertandingan, masing-masing enam laga kandang dan enam laga tandang.

Enam tim teratas akan memperoleh tiket langsung ke putaran final Piala Dunia. Sementara tim yang menempati peringkat ketujuh hingga ke-10 akan mengikuti playoff untuk memperebutkan jatah tersisa.

Dalam skema tersebut, dua tim terbaik dari playoff akan lolos langsung ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat ketiga mendapatkan kesempatan melalui playoff antarkonfederasi.

AFC Siapkan Turnamen Percontohan 2028-2029

Sebelum format baru diterapkan secara penuh, AFC mempertimbangkan penyelenggaraan turnamen percontohan pada musim 2028-2029.

Kompetisi transisi tersebut akan membantu menentukan komposisi divisi sebelum AFC Nations League memasuki format resminya. Penempatan tim juga tidak semata-mata mengacu pada peringkat FIFA, melainkan menggunakan hasil kompetisi pendahuluan yang dirancang AFC.

Untuk fase awal tersebut, format Tier 1 disebut akan menggunakan tiga grup yang masing-masing berisi enam tim. Sistem itu dirancang sebagai bagian dari masa transisi menuju struktur baru.

AFC Ingin Kurangi Laga Persahabatan

Gagasan utama di balik AFC Nations League adalah menyediakan pertandingan internasional yang lebih kompetitif bagi negara-negara Asia.

AFC sebelumnya menyatakan kompetisi tersebut diharapkan memberikan akses yang lebih konsisten terhadap pertandingan berkualitas sekaligus mengatasi persoalan biaya dan logistik yang dihadapi sejumlah asosiasi anggota.

Dengan sistem bertingkat, negara-negara dengan level permainan yang relatif berdekatan akan lebih sering bertemu. Pada saat yang sama, hasil pertandingan dapat berdampak terhadap posisi sebuah negara melalui mekanisme promosi dan degradasi.

Jika disetujui, AFC Nations League 2030 akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam kalender sepak bola internasional Asia. Kompetisi tersebut tidak hanya memperkenalkan turnamen baru, tetapi juga berpotensi mengubah jalur menuju Piala Asia dan Piala Dunia bagi 47 negara anggota AFC.

Rancangan tersebut masih harus melalui pembahasan bersama asosiasi anggota dan badan terkait AFC sebelum format final diberlakukan.