PROGRES.ID, HONG KONG – Petenis muda Filipina, Alexandra Eala, harus puas menjadi runner-up Prudential Hong Kong Tennis Open 2026. Langkahnya menuju gelar juara terhenti setelah dikalahkan petenis Amerika Serikat, Claire Liu, dalam pertandingan final yang berlangsung Minggu (8/11/2026).

Eala tak mampu mengimbangi permainan Liu dan menyerah dalam dua set langsung dengan skor 3-6, 0-6. Kekalahan tersebut sekaligus menggagalkan ambisinya meraih gelar WTA kedua sepanjang karier profesionalnya.

Hasil ini cukup mengejutkan mengingat Eala datang ke partai puncak dengan kepercayaan diri tinggi. Petenis berusia 21 tahun itu sebelumnya berhasil melewati sejumlah lawan tangguh, termasuk unggulan keempat Maria Sakkari dari Yunani.

Namun, pertandingan final memperlihatkan dominasi Liu. Petenis Amerika tersebut mampu mengendalikan permainan dan membuat Eala kesulitan mengembangkan strategi sejak set pertama.

Perjalanan Eala Menuju Final Tidak Mudah

Sebelum menghadapi Liu, Eala menjalani rangkaian pertandingan yang cukup menguras tenaga di Hong Kong.

Sebagai unggulan kedua, ia mengawali turnamen dengan mengalahkan petenis Australia Emerson Jones dengan skor 6-4, 6-3.

Pada babak berikutnya, Eala menghadapi tantangan lebih berat saat berjumpa petenis Ceko Tereza Valentova. Ia berhasil menang 6-4, 7-6 (9-7) melalui pertandingan ketat.

Di perempat final, Eala kembali menunjukkan ketangguhannya ketika mengalahkan Antonia Ruzic dari Kroasia dengan skor 7-6 (9-7), 7-5.

Ujian terberat datang di semifinal ketika harus menghadapi Maria Sakkari. Pertandingan berlangsung selama 2 jam 43 menit dan beberapa kali dihentikan akibat hujan.

Eala akhirnya memastikan tiket final setelah menang 7-5, 3-6, 6-4. Kemenangan tersebut menjadi bukti kemampuannya menjaga konsentrasi dalam pertandingan panjang dan penuh tekanan.

Kalah dari Claire Liu, Petenis yang Pernah Mengalahkannya

Claire Liu bukan lawan yang sepenuhnya asing bagi Eala. Keduanya pernah bertemu pada babak pertama Guangzhou Open 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Liu juga berhasil mengalahkan Eala melalui pertandingan tiga set dengan skor 2-6, 6-4, 6-4.

Final Hong Kong 2026 menjadi kesempatan bagi Eala untuk membalas kekalahan tersebut. Akan tetapi, hasilnya justru kembali berpihak kepada petenis Amerika Serikat itu.

Liu tampil sangat efektif dan berhasil memanfaatkan momentum pertandingan. Kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3, 6-0 memastikan dirinya membawa pulang gelar juara Hong Kong Open.

Bagi Liu, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting setelah sebelumnya belum berhasil meraih gelar dalam satu-satunya final WTA yang pernah ia ikuti pada 2022.

Peringkat Alexandra Eala Terus Menanjak

Walaupun gagal menjadi juara, perjalanan Eala di Hong Kong tetap memberikan dampak positif terhadap posisinya di dunia tenis.

Pada awal November 2026, Eala telah mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni posisi ke-17 dunia. Pencapaian itu melampaui rekor sebelumnya di peringkat ke-18.

Setelah mengalahkan Sakkari di semifinal Hong Kong, posisinya bahkan sempat naik ke peringkat ke-15 dalam perhitungan peringkat langsung atau live ranking.

Sebelum final, Eala juga telah mengumpulkan sejumlah hasil penting sepanjang musim 2026. Ia menjuarai Mubadala Citi DC Open di Washington pada Agustus, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya.

Selain itu, Eala juga berhasil mencapai babak 16 besar Wimbledon dan mencatatkan sejumlah penampilan kompetitif di turnamen WTA lainnya.

Eala Tetap Jadi Harapan Tenis Filipina

Alexandra Eala menjadi salah satu nama paling diperhatikan dalam perkembangan tenis Filipina. Perjalanannya dari level junior hingga menembus jajaran pemain elite dunia membuatnya menjadi figur penting bagi olahraga tersebut.

Ia juga memiliki rekam jejak kuat di level junior. Eala pernah menjuarai Australian Open junior 2022 dan mencapai peringkat pertama dunia junior ITF.

Perkembangan kariernya sepanjang 2026 menunjukkan bahwa ia semakin mampu bersaing dengan pemain-pemain berpengalaman di tur WTA.

Kekalahan dari Claire Liu memang menjadi penutup yang kurang menyenangkan di Hong Kong. Namun, keberhasilannya mencapai final dan menyingkirkan pemain sekelas Sakkari memperlihatkan bahwa Eala tetap memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dengan usia yang masih 21 tahun dan pengalaman bertanding yang terus bertambah, Eala masih memiliki banyak kesempatan untuk mengejar gelar-gelar berikutnya di panggung tenis dunia.