PROGRES.ID, DOHA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi pusat perhatian penggemar balap Tanah Air menjelang balapan utama Moto3 Grand Prix Qatar 2026. Performa kompetitifnya sepanjang musim debut, ditambah keberhasilan meraih podium di Malaysia, membuat publik menaruh harapan besar terhadap kiprahnya di Sirkuit Lusail.
Namun, perjalanan Veda pada seri Qatar tidak sepenuhnya mulus. Pembalap Honda Team Asia tersebut harus menerima hukuman turun enam posisi start setelah dinilai melanggar aturan bendera kuning ketika menjalani sesi latihan bebas pertama.
Situasi semakin menantang setelah Veda hanya menempati posisi kedelapan dalam kualifikasi. Akibat penalti tersebut, ia harus memulai balapan utama dari urutan ke-14 pada Minggu, 8 November 2026.
Veda Ega Tetap Jadi Perhatian Penggemar Indonesia
Nama Veda Ega Pratama semakin sering menjadi perbincangan penggemar olahraga Indonesia sepanjang Moto3 2026. Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut berhasil menunjukkan bahwa pembalap Indonesia memiliki kemampuan bersaing di kejuaraan dunia.
Perhatian publik terhadap Veda tidak terlepas dari sejumlah pencapaian bersejarah yang diraihnya pada musim ini. Salah satu momen paling penting terjadi ketika ia berhasil finis ketiga dalam Moto3 Grand Prix Brasil pada Maret 2026.
Prestasi tersebut menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam ajang Grand Prix balap motor prototipe.
Pencapaian itu kemudian disusul hasil positif di Grand Prix Malaysia pada 1 November 2026. Veda berhasil menyelesaikan balapan di posisi kedua setelah memulai perlombaan dari urutan kedelapan.
Hasil di Sepang semakin meningkatkan popularitas pembalap berusia 17 tahun tersebut. Kehadiran keluarga dan banyak pendukung Indonesia di Malaysia juga menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Veda.
Dua podium tersebut membuat publik semakin menaruh perhatian terhadap setiap penampilannya, termasuk pada seri Qatar.
Veda Sempat Tampil Kompetitif di Latihan Moto3 Qatar
Menghadapi Grand Prix Qatar, Veda sebenarnya mempunyai modal kepercayaan diri yang cukup besar.
Ia mengaku menyukai karakter Sirkuit Lusail karena pernah meraih hasil bagus ketika mengikuti Asia Talent Cup. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadapi persaingan bersama para pembalap Moto3.
Performa awalnya juga cukup menjanjikan. Dalam sesi Practice pada Jumat, 6 November 2026, Veda berhasil menempati posisi kelima.
Pembalap Honda Team Asia itu mencatatkan waktu yang hanya terpaut 0,389 detik dari Maximo Quiles yang menjadi pembalap tercepat. Hasil tersebut memastikan Veda lolos langsung ke kualifikasi kedua atau Q2.
Namun, pencapaian positif tersebut dibayangi keputusan pengawas balapan yang menjatuhkan hukuman enam posisi start kepadanya.
Penyebab Veda Ega Mendapat Penalti Enam Posisi
Hukuman yang diterima Veda berkaitan dengan pelanggaran prosedur keselamatan ketika menjalani FP1 Moto3 Qatar.
Panel Pengawas Balapan FIM MotoGP menilai Veda tidak memperlambat motornya ketika melewati sektor 11 yang sedang berada dalam status bendera kuning.
Berdasarkan laporan resmi MotoGP, Veda justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadinya ketika peringatan keselamatan tersebut sedang berlaku.
Bendera kuning merupakan tanda adanya potensi bahaya di lintasan. Seluruh pembalap diwajibkan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun petugas.
Hukuman enam posisi diberikan karena pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kedua Veda terhadap aturan bendera kuning sepanjang musim 2026.
Sebelumnya, ia juga pernah mendapatkan sanksi Long Lap Penalty setelah melakukan pelanggaran dalam sesi kualifikasi di Hungaria.
Honda Team Asia tetap memberikan dukungan kepada pembalap mudanya tersebut. Melalui pernyataan di media sosial, tim meminta Veda mengambil pelajaran dari kesalahan dan kembali fokus menghadapi balapan.
Hasil Kualifikasi Membuat Veda Harus Start dari Posisi Ke-14
Pada sesi kualifikasi Sabtu, 7 November 2026, Veda sebenarnya mampu menempati urutan kedelapan.
Ia membukukan waktu terbaik 2 menit 3,238 detik. Namun, posisi tersebut belum cukup untuk mengantarkannya ke barisan depan.
Maximo Quiles tampil sebagai pembalap tercepat sekaligus merebut pole position dengan catatan waktu 2 menit 2,288 detik.
David Almansa berada di posisi kedua, sedangkan Brian Uriarte menempati urutan ketiga.
Berikut hasil sepuluh besar kualifikasi Moto3 Qatar 2026:
1. Maximo Quiles
2. David Almansa
3. Brian Uriarte
4. Alvaro Carpe
5. David Munoz
6. Adrian Fernandez
7. Hakim Danish
8. Veda Ega Pratama
9. Scott Ogden
10. Rico Salmela
Karena penalti enam posisi, Veda yang seharusnya berada di urutan kedelapan harus turun ke posisi start ke-14.
Kondisi tersebut membuat perjuangannya di balapan utama semakin berat karena harus melewati sejumlah pembalap sejak awal perlombaan.
Perjalanan Veda di Moto3 2026 Membuat Publik Optimistis
Sorotan terhadap Veda bukan hanya muncul karena hasil di Qatar. Perkembangan performanya sejak awal musim juga menjadi alasan publik Indonesia mengikuti kiprahnya.
Dalam debutnya di Moto3 Thailand, Veda berhasil langsung menembus Q2 dan finis kelima. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik pembalap Indonesia dalam debut di kelas tersebut.
Ia kemudian mencatatkan sejarah melalui podium ketiga di Brasil dan memperlihatkan konsistensi dengan finis kedua di Malaysia.
MotoGP juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Veda. Dalam profil resminya, pembalap berusia 17 tahun itu disebut sebagai salah satu talenta muda yang sedang menorehkan sejarah bagi Indonesia.
Veda sendiri mempunyai ambisi besar untuk menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu tampil di kelas utama MotoGP dan meraih gelar juara dunia.
Jadwal Balapan Moto3 Qatar 2026
Perjuangan Veda Ega Pratama berikutnya akan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026.
Balapan utama Moto3 Qatar dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB di Sirkuit Internasional Lusail dengan jarak tempuh 16 lap.
Dengan posisi start ke-14, Veda membutuhkan strategi dan konsistensi untuk memperbaiki posisinya. Persaingan di kelas Moto3 dikenal ketat karena jarak kemampuan antarpembalap relatif berdekatan.
Meski harus memulai lomba dari barisan tengah, peluang untuk menembus kelompok depan tetap terbuka. Hasil di Malaysia menjadi bukti bahwa Veda mampu memperbaiki posisi meskipun tidak mengawali balapan dari barisan terdepan.
Bagi penggemar balap Indonesia, penampilan Veda di Qatar menjadi salah satu hal yang paling dinantikan pada akhir pekan ini.
Publik tentu berharap pembalap muda tersebut mampu menjadikan hukuman di Qatar sebagai pelajaran, sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih sanggup bersaing memperebutkan poin dan podium di kejuaraan dunia.

Komentar