PROGRES.ID, JAKARTA — Liga Indonesia mencatat perkembangan positif dalam pemeringkatan kompetisi antarklub Asia yang dirilis Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Berdasarkan pembaruan data yang diberitakan pada 22 Oktober 2026, kompetisi Indonesia menempati peringkat ke-16 Asia dengan koleksi 29.484 poin, sekaligus berada di posisi kesembilan untuk kawasan Asia Timur.
Kenaikan tersebut tidak terlepas dari kontribusi klub-klub Indonesia yang berkompetisi di level kontinental. Persib Bandung memberikan tambahan poin melalui kiprahnya di AFC Champions League Two (ACL Two), sedangkan Borneo FC turut mendongkrak koefisien Indonesia lewat penampilan di AFC Challenge League (ACGL).
Indonesia Tempati Peringkat ke-16 Asia
Dalam pembaruan peringkat berdasarkan data ranking kompetisi AFC per 21 Oktober 2026, Indonesia mengumpulkan 29.484 poin. Posisi tersebut menempatkan Indonesia di atas Kamboja yang mengoleksi 28.474 poin dan Bahrain dengan 28.174 poin.
Berikut gambaran peringkat liga-liga Asia di sekitar posisi Indonesia:
| Peringkat Asia | Negara | Total poin |
|---|---|---|
| 14 | Singapura | 36.088 |
| 15 | Vietnam | 35.241 |
| 16 | Indonesia | 29.484 |
| 17 | Kamboja | 28.474 |
| 18 | Bahrain | 28.174 |
Catatan: angka mengacu pada pembaruan yang diberitakan pada 22 Oktober 2026, berdasarkan data per 21 Oktober. Peringkat dapat berubah mengikuti hasil pertandingan berikutnya.
Posisi ini menjadi sinyal positif bagi sepak bola Indonesia. Namun, peringkat tersebut tidak berarti Liga Indonesia sudah menyamai liga-liga Asia yang berada di posisi lebih tinggi. Indonesia masih memiliki selisih poin yang cukup besar dengan Vietnam dan Singapura, sehingga konsistensi klub di kompetisi Asia tetap diperlukan.
Indonesia Berada di Posisi Kesembilan Asia Timur
Jika pemeringkatan dipisahkan berdasarkan kawasan, Indonesia menempati peringkat kesembilan di wilayah Asia Timur atau East Region. Posisi ini penting karena pembagian wilayah turut berkaitan dengan alokasi tempat bagi klub untuk berkompetisi di turnamen antarklub AFC.
Dalam data yang dilaporkan Tirto, Indonesia berada tepat di bawah Vietnam dan di atas Kamboja. Indonesia mencatat 29.484 poin, sedangkan Kamboja mengumpulkan 28.474 poin.
Di kawasan yang sama, Jepang masih memimpin dengan 106.174 poin, diikuti Korea Selatan dengan 76.437 poin dan Thailand dengan 53.447 poin. Malaysia dan China juga berada di atas Indonesia.
Jarak poin tersebut memperlihatkan bahwa tantangan Liga Indonesia bukan hanya mempertahankan posisi, tetapi juga memperkecil selisih dengan negara-negara pesaing di kawasan.
Persib Bandung Beri Kontribusi Lewat ACL Two
Persib Bandung menjadi salah satu klub yang berperan dalam perolehan poin Indonesia. Dalam fase grup ACL Two 2026/2027, Persib meraih kemenangan atas FC Seoul dari Korea Selatan dan The Cong Viettel dari Vietnam.
Hasil positif melawan klub dari negara yang memiliki koefisien lebih tinggi membantu Indonesia mengumpulkan tambahan poin. Setiap hasil pertandingan di kompetisi antarklub Asia dapat memengaruhi penghitungan koefisien liga asal klub tersebut.
Kemenangan di level Asia juga memiliki arti lebih luas daripada sekadar tambahan tiga poin dalam klasemen grup. Performa Persib ikut membawa dampak terhadap posisi kompetisi domestik Indonesia dalam persaingan mendapatkan jatah tampil di turnamen AFC pada musim mendatang.
Borneo FC Menambah Poin Setelah Menang di ACGL
Kontribusi penting lainnya datang dari Borneo FC. Klub berjuluk Pesut Etam itu memulai kiprahnya di Grup D ACGL 2026/2027 dengan mengalahkan Yangon United 2-0 pada 18 Oktober 2026.
Borneo kemudian mengalahkan Tainan City dengan skor 3-1 pada 21 Oktober. Sempat tertinggal akibat gol Kim Sang-jun, Borneo membalikkan keadaan melalui gol Juan Villa, Kablan N’Goma, dan Amar Brkic.
Dua kemenangan tersebut mengantarkan Borneo lolos ke fase gugur. Pada saat yang sama, hasil itu menambah kontribusi poin bagi Indonesia dalam pemeringkatan AFC.
Tirto melaporkan bahwa koefisien Indonesia untuk musim berjalan 2026/2027 mencapai 5.675 poin setelah hasil tersebut. Angka musim berjalan ini berbeda dari total akumulasi poin Indonesia, yang digunakan untuk menentukan posisi keseluruhan dalam pemeringkatan.
Apa Pengaruh Ranking AFC bagi Liga Indonesia?
Ranking kompetisi antarklub AFC bukan sekadar daftar posisi liga di Asia. Pemeringkatan tersebut menjadi salah satu acuan untuk menentukan distribusi slot bagi klub-klub dari setiap negara dalam kompetisi antarklub AFC.
Bagi Indonesia, posisi kesembilan di kawasan Asia Timur membuka peluang untuk memperoleh dua tempat di ACL Two pada musim 2028/2029, masing-masing satu tempat di fase grup dan satu tempat di babak play-off, berdasarkan pembagian slot yang dilaporkan media.
Meski demikian, masyarakat perlu membedakan antara peringkat terbaru dan jatah kompetisi yang sedang berlaku. Slot untuk musim mendatang mengikuti ketentuan serta siklus pemeringkatan AFC yang relevan, bukan otomatis berubah setiap kali Indonesia naik satu posisi.
Karena itu, posisi Indonesia saat ini belum menjamin bahwa jumlah wakilnya akan langsung bertambah pada musim berikutnya. Hasil akhir pemeringkatan dan ketentuan resmi AFC tetap menjadi faktor penentu.
AFC Memperbarui Sistem Informasi Ranking
Pada 24 September 2026, AFC mengumumkan pembaruan halaman ranking resminya. Platform tersebut dirancang untuk menghimpun informasi pemeringkatan asosiasi anggota dan klub peserta, baik untuk kategori putra maupun putri, termasuk data keseluruhan dan per musim.
Pembaruan ini memudahkan publik mengikuti perkembangan sepak bola antarklub Asia melalui satu platform. Namun, angka yang beredar di pemberitaan tetap perlu dibaca dengan memperhatikan tanggal pembaruan, cakupan wilayah, dan jenis poin yang digunakan.
Informasi resmi mengenai sistem pemeringkatan dapat dilihat melalui halaman ranking AFC.
Persaingan Belum Berakhir
Kenaikan ke peringkat ke-16 Asia merupakan perkembangan yang patut dicermati bagi Liga Indonesia. Persib Bandung dan Borneo FC telah menunjukkan bahwa hasil klub di kompetisi kontinental dapat memberi dampak terhadap posisi sepak bola nasional dalam perhitungan AFC.
Namun, mempertahankan posisi tersebut membutuhkan konsistensi. Persib masih harus melanjutkan perjuangannya di ACL Two, sementara Borneo FC menghadapi fase berikutnya di ACGL. Hasil klub-klub dari negara pesaing juga bisa mengubah selisih poin dalam pemeringkatan.
Dengan demikian, capaian ini lebih tepat dipandang sebagai kemajuan sementara sekaligus tantangan untuk membangun daya saing yang berkelanjutan. Semakin baik performa klub Indonesia di Asia, semakin besar peluang kompetisi nasional memperkuat posisinya dalam perebutan slot turnamen AFC pada musim mendatang.

Komentar