PROGRES.ID – Pelatih Timnas Swiss Murat Yakin mengungkapkan bahwa keputusan menunda pergantian pemain hingga jeda pendinginan (hydration break) menjadi salah satu kunci kemenangan telak 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina pada laga Grup B Piala Dunia 2026, Kamis (19/6/2026).
Swiss tampil kesulitan menembus pertahanan Bosnia sepanjang sebagian besar pertandingan. Namun situasi berubah drastis pada 16 menit terakhir setelah Yakin melakukan sejumlah pergantian pemain yang terbukti sangat efektif.
Johan Manzambi, yang masuk sebagai pemain pengganti saat jeda pendinginan babak kedua, memecah kebuntuan pada menit ke-74. Tak lama kemudian, Ruben Vargas yang juga masuk dari bangku cadangan menggandakan keunggulan Swiss.
Manzambi kemudian mencetak gol keduanya sebelum kapten Granit Xhaka melengkapi kemenangan Swiss melalui eksekusi penalti pada masa injury time.
Keputusan Yakin menunggu hingga hydration break untuk melakukan pergantian pemain ternyata telah direncanakan sejak awal.
“Sangat penting bagi kami untuk menjaga energi di lapangan. Itu memang bagian dari strategi kami,” kata Yakin usai pertandingan.
Menurutnya, Swiss sengaja bermain sabar dan menunggu momentum yang tepat sebelum melakukan perubahan.
“Kami harus tetap tenang dan bertahan dalam permainan. Setelah jeda pendinginan kedua, kami mengubah beberapa hal dan itu menjadi keunggulan kami,” ujarnya.
Yakin menjelaskan bahwa para pemain pengganti yang diturunkan memiliki kecepatan tinggi sehingga mampu memanfaatkan kelelahan pemain Bosnia yang sudah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Kami memasukkan pemain-pemain cepat. Lawan sudah banyak berlari dan mulai meninggalkan ruang kosong. Kami sebenarnya bisa melakukan pergantian lebih awal, tetapi itu akan memberi kesempatan kepada lawan untuk menyesuaikan diri. Karena itulah saya menunggu hingga hydration break. Dan keputusan itu terbukti tepat,” tambah pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Kemenangan Swiss juga dipengaruhi kartu merah yang diterima bek Bosnia, Tarik Muharemovic, saat timnya tertinggal 0-1. Muharemovic diusir wasit setelah melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Breel Embolo yang sedang berada dalam posisi berbahaya.
Catatan tersebut menjadikan Muharemovic sebagai pemain Bosnia pertama yang mendapat kartu merah dalam sejarah penampilan negaranya di Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain Bosnia pertama yang diusir keluar lapangan di pertandingan internasional sejak Renato Gojkovic menerima kartu merah saat menghadapi Slovakia pada Kualifikasi Euro 2024 pada November 2023.
Di kubu Bosnia, kekalahan ini membuat posisi mereka semakin sulit. Bosnia baru mengoleksi satu poin dan harus menghadapi Qatar pada pertandingan terakhir fase grup.
Meski kecewa, pelatih Bosnia Sergej Barbarez menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam keterpurukan.
“Saya tidak suka mengasihani diri sendiri. Saya masuk ke ruang ganti dan mengatakan kepada para pemain bahwa mereka hanya punya waktu satu jam untuk kembali bersemangat dan mengangkat kepala,” ujar Barbarez.
Menurutnya, kekalahan tersebut memang menyakitkan, tetapi Bosnia harus segera bangkit karena pertandingan berikutnya akan menjadi laga penentuan.
“Hidup terus berjalan dan kami tidak akan mengeluh. Kekalahan ini memang terasa pahit, tetapi tugas saya adalah memastikan para pemain kembali siap menghadapi pertandingan berikutnya. Ternyata laga terakhir kami sekarang menjadi pertandingan yang paling penting,” tegasnya.
Kemenangan besar atas Bosnia membawa Swiss ke posisi yang lebih baik dalam perburuan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026, sementara Bosnia kini wajib meraih hasil maksimal pada laga terakhir untuk menjaga harapan lolos.












