Jangan Sampai Terlewat! Fenomena Bulan Purnama Snow Moon Hiasi Langit Malam Ini

favicon progres.id
pria mengamati fenomena snow moon atau bulan salju
Seorang pria sedang mengamati fenomena snow moon atau bulan salju (Ilustrasi: Gemini)

PROGRES.ID – Langit malam ini, Senin, 2 Februari 2026, menghadirkan suguhan istimewa bagi para pencinta astronomi dan pemburu fenomena alam. Bulan purnama yang dikenal dengan sebutan Snow Moon atau Bulan Salju akan tampil anggun, memancarkan cahaya penuh yang memikat mata.

Snow Moon adalah istilah untuk bulan purnama yang muncul di puncak musim dingin belahan bumi utara. Secara astronomi, fase purnama ini mencapai iluminasi sempurna 100 persen pada 1 Februari 2026 pukul 17.09 EST (10.09 GMT), ketika posisi Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari dan sepenuhnya memantulkan cahaya ke arah Bumi. Waktu kemunculan Bulan di langit tentu bergantung pada lokasi pengamat.

Mengapa Disebut Snow Moon?

Nama Snow Moon bukan tanpa alasan. Sebutan ini berasal dari tradisi kuno yang mencatat bahwa bulan Februari kerap diiringi hujan salju paling lebat dalam setahun. Selain Snow Moon, bulan purnama ini juga memiliki nama lain yang sarat makna sejarah, seperti “Bulan Beruang”, yang dikaitkan dengan masa kelahiran anak beruang, serta “Bulan Kelaparan”, menggambarkan kerasnya musim dingin yang membuat sumber makanan langka. Penamaan ini tercatat dalam Old Farmer’s Almanac.

Waktu Terbaik Menyaksikan di Indonesia

Bagi pengamat di Indonesia, cakram Bulan akan tampak sepenuhnya bulat dan terang saat terbit di ufuk timur pada dini hari 2 Februari, bertepatan dengan terbenamnya Matahari di belahan bumi barat. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk menikmati keindahan Snow Moon dengan mata telanjang.

Saat baru muncul di dekat cakrawala, Bulan kemungkinan akan tampak berwarna kekuningan hingga oranye, sebelum perlahan berubah menjadi putih keperakan ketika posisinya semakin tinggi di langit. Perubahan warna ini bukan ilusi, melainkan efek alami yang disebut Hamburan Rayleigh, di mana atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dan membiarkan gelombang cahaya merah mendominasi.

Kesempatan Emas Mengamati Wajah Bulan

Bulan purnama juga menjadi waktu ideal untuk mengamati detail permukaan Bulan. Dengan pencahayaan yang maksimal, pengamat dapat melihat fenomena menarik berupa “sinar ejekta”, yaitu garis-garis terang yang terbentuk dari material hasil benturan asteroid di masa lalu. Saat Matahari sejajar dengan Bulan, sisa material kawah ini memantulkan cahaya dengan jelas, menciptakan pola dramatis di permukaan Bulan.

Fenomena Bulan Purnama Snow Moon bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang alam, sejarah, dan dinamika tata surya. Jadi, jika cuaca cerah, sempatkan menengadah ke langit malam ini—karena keindahan alam semacam ini tidak hadir setiap hari. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *