Daftar ‘Do Not Interact’ Discord Bocor, Disebut Berisi Nama Kreator dan Tim Esports

favicon progres.id
discord
Ilustrasi Discord (Growthcurve.co)

PROGRES.ID – Sebuah dokumen internal Discord yang bocor tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam daftar tersebut, dikabarkan terdapat sepuluh akun yang masuk dalam “Do Not Interact List”—yakni daftar akun yang tidak boleh direspons atau diajak berinteraksi oleh staf Discord.

Menurut laporan, setiap kali salah satu akun dalam daftar itu ditandai atau disebut dalam tiket laporan pengguna, staf Discord diwajibkan menutup tiket tanpa memberikan tanggapan.

Isi Daftar yang Bocor

Menukil Primetimer.com, dalam kebocoran dokumen itu, disebutkan beberapa nama besar, termasuk platform multistreaming Streamlabs, jurnalis esports Rod “Slasher” Breslau, tim US Army Esports, dan TeamSpeak.

Selain itu, sejumlah kreator konten terkenal juga tercantum, di antaranya CallMeCarson, Keemstar, Quackity, YouTuber No Text To Speech, Dr. Disrespect, dan Cark.

Reaksi dari Kreator yang Disebut

Menanggapi kebocoran tersebut, Rod “Slasher” Breslau menulis di X (Twitter) bahwa ia tidak mengerti mengapa dirinya bisa masuk dalam daftar yang sama dengan Keemstar, seorang kreator yang dikenal sering menimbulkan kontroversi di dunia maya.

Keemstar kemudian membalas cuitan itu dengan nada menyindir, mengatakan bahwa ia tahu alasannya, namun tidak bisa membagikannya karena alasan sensitifitas isu tersebut.

Pernyataan itu diduga menyinggung tuduhan lama yang melibatkan Dr. Disrespect, yang pernah dikabarkan melakukan komunikasi dengan seorang anak di bawah umur. Slasher sendiri kemudian menuduh bahwa Dr. Disrespect telah berbohong dan berpura-pura tidak tahu bahwa orang yang diajaknya berbicara adalah seorang remaja.

Konfirmasi Kebocoran Data oleh Discord

Bulan ini, Discord secara resmi mengonfirmasi adanya kebocoran data pengguna.

Dalam rilis pers yang diterbitkan pada 3 Oktober 2025, Discord menyebut sekitar 70.000 data pengguna telah bocor.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan akibat kelalaian internal, melainkan disebabkan oleh pihak ketiga bernama 5CA, yang merupakan penyedia layanan dukungan pelanggan.

Begitu mengetahui adanya kebocoran, Discord segera melakukan investigasi internal, bekerja sama dengan tim forensik komputer independen serta pihak berwenang untuk menindaklanjuti insiden tersebut.

Data yang Terkena Dampak

Kebocoran ini mencakup berbagai informasi sensitif seperti:

  • Nama dan username pengguna
  • Alamat email
  • Pesan dukungan pelanggan
  • Alamat IP
  • Riwayat pembelian dan metode pembayaran
  • Empat digit terakhir nomor kartu kredit
  • Gambar identitas pemerintah (ID)
  • Beberapa data perusahaan

Meskipun demikian, Discord menegaskan tidak ada informasi seperti kata sandi, pesan pribadi, kode CVV, atau data otentikasi yang bocor.

Perusahaan juga memastikan akan menghubungi pengguna yang terdampak melalui email resmi, bukan melalui panggilan telepon.

Discord Imbau Pengguna Tetap Waspada

Dalam pernyataannya, Discord mengimbau para pengguna untuk tetap berhati-hati terhadap potensi penipuan atau phishing yang mungkin memanfaatkan isu kebocoran ini.

Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kerusakan tambahan.

Keamanan dan privasi pengguna adalah prioritas utama kami,” tulis pihak Discord dalam rilis resminya.

Kesimpulan

Kebocoran daftar “Do Not Interact” dan data pengguna Discord ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait transparansi internal perusahaan serta hubungan Discord dengan komunitas kreator konten.

Meski penyelidikan masih berlangsung, publik kini menanti langkah konkret dari Discord dalam memperkuat keamanan data dan membangun kembali kepercayaan pengguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *