PROGRES.ID – Sebuah video yang memperlihatkan petugas mengangkut sejumlah jenazah warga Israel menjadi perbincangan luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan korban tewas akibat serangan rudal Iran dan kelompok Hezbollah diangkut menggunakan truk, bukan ambulans.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa jenazah dimasukkan ke dalam kendaraan bak terbuka sebelum dibawa dari lokasi serangan. Kondisi itu memicu spekulasi mengenai banyaknya korban yang jatuh akibat serangan rudal yang terus menghantam wilayah Israel.
Sejumlah pihak menduga penggunaan truk untuk mengangkut korban tewas terjadi karena sebagian besar ambulans difokuskan untuk mengevakuasi korban luka ke rumah sakit.
Dugaan Korban Lebih Banyak dari Laporan Resmi
Beredarnya rekaman tersebut memunculkan dugaan bahwa jumlah korban akibat serangan rudal dari Iran kemungkinan lebih besar dari angka yang diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, pemerintah Israel diketahui menerapkan sensor militer yang ketat terhadap konten visual terkait serangan, termasuk video kerusakan infrastruktur maupun dampak langsung dari serangan rudal.
Kebijakan tersebut disebut bertujuan mengontrol penyebaran informasi yang dianggap sensitif selama konflik berlangsung.
Serangan Rudal dan Drone Terus Berlanjut
Serangan terhadap Israel dilaporkan masih berlangsung hingga kini. Iran bersama sekutunya terus meluncurkan rudal serta drone ke berbagai wilayah yang dikuasai Israel.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bahkan menyatakan bahwa serangan selanjutnya akan menggunakan rudal dengan hulu ledak besar yang disebut memiliki bobot lebih dari satu ton.
Selain rudal, gelombang drone serang juga dilaporkan terus dikirimkan ke berbagai wilayah Israel. Sejumlah kota terlihat diselimuti asap hitam tebal akibat kebakaran yang dipicu ledakan.
Sirene Darurat Terus Berbunyi
Di tengah serangan yang berlanjut, sirene peringatan udara terus berbunyi di sejumlah wilayah Israel. Sirene tersebut menjadi sinyal bagi warga untuk segera mencari perlindungan di bunker atau tempat perlindungan bawah tanah.
Situasi ini membuat banyak warga hidup dalam kewaspadaan tinggi, sementara serangan dari berbagai arah masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.












