PROGRES.ID – Pemimpin baru Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan pertamanya kepada rakyat Iran setelah resmi terpilih menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pidato yang sarat pesan politik dan religius, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan upaya pembalasan atas darah para syuhada yang gugur.
“Saya meyakinkan semua pihak bahwa kami tidak akan berhenti menuntut balas atas darah para syuhada kalian,” kata Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resminya kepada publik Iran.
Ia menegaskan bahwa tuntutan balas tersebut tidak hanya terkait wafatnya pemimpin revolusi, tetapi juga menyangkut seluruh warga Iran yang tewas akibat serangan musuh.
“Setiap warga negara yang gugur adalah bagian dari berkas pembalasan yang akan terus kami perjuangkan,” ujarnya.
Menggantikan Sosok Besar Revolusi
Dalam pesannya, Mojtaba mengakui bahwa menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang dua tokoh besar Iran, yakni Ruhollah Khomeini dan ayahnya, Ali Khamenei, merupakan tanggung jawab yang sangat berat.
Ia mengatakan bahwa kepemimpinan kedua tokoh tersebut telah membentuk fondasi kuat bagi Republik Islam Iran melalui perjuangan panjang selama puluhan tahun.
Mojtaba juga mengungkapkan bahwa ia menerima kabar mengenai pemilihannya oleh Assembly of Experts of Iran bersamaan dengan rakyat Iran melalui siaran televisi nasional.
Menurutnya, kelanjutan kepemimpinan negara hanya dapat terwujud dengan bantuan Tuhan serta dukungan penuh dari rakyat Iran.
Serukan Persatuan Nasional
Dalam pidatonya, Mojtaba menekankan pentingnya persatuan di tengah situasi konflik yang sedang dihadapi negara tersebut.
Ia memuji keberanian dan keteguhan rakyat Iran yang tetap menunjukkan solidaritas serta dukungan terhadap negara selama masa krisis.
“Rakyat Iran telah menunjukkan kecerdasan, keberanian, dan keteguhan yang membuat para sahabat kagum dan musuh terkejut,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap aktif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga keamanan nasional.
Hormuz dan Front Perlawanan
Dalam bagian lain pesannya, Mojtaba menyinggung pentingnya mempertahankan tekanan strategis terhadap musuh, termasuk dengan mempertahankan langkah-langkah terkait jalur energi global di Selat Hormuz.
Ia menyatakan bahwa Iran juga terus mempelajari kemungkinan membuka “front baru” dalam konflik jika situasi perang terus berlanjut.
Selain itu, Mojtaba menyampaikan apresiasi kepada kelompok yang ia sebut sebagai bagian dari “Front Perlawanan”, termasuk Hezbollah di Lebanon serta kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, kerja sama antara kelompok-kelompok tersebut dapat mempercepat perjuangan melawan apa yang ia sebut sebagai “provokasi Zionis”.
Janji Perlindungan bagi Korban Perang
Mojtaba juga menyinggung nasib warga Iran yang terdampak konflik, termasuk keluarga korban tewas, warga yang terluka, serta mereka yang kehilangan rumah atau tempat usaha.
Ia meminta pemerintah Iran memastikan layanan medis gratis bagi korban luka dan menyiapkan langkah-langkah kompensasi bagi warga yang mengalami kerugian material.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Iran akan menuntut ganti rugi kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kerusakan dan korban yang terjadi.
“Jika mereka menolak membayar, kami akan mengambil aset mereka sebanyak yang kami anggap layak. Jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset mereka dengan nilai yang setara,” katanya, seperti dinukil dari Tasnim.
Pesan untuk Negara Kawasan
Mojtaba juga menyampaikan pesan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki hubungan dengan Iran.
Ia mengingatkan bahwa sejumlah pangkalan militer asing di wilayah negara-negara tersebut telah digunakan dalam operasi yang menyerang Iran.
Menurutnya, jika pangkalan itu terus digunakan untuk agresi, Iran akan tetap menargetkan fasilitas tersebut tanpa bermaksud menyerang negara tuan rumah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tetap membuka peluang hubungan persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara tetangganya.
Janji Lanjutkan Warisan Ayahnya
Menutup pesannya, Mojtaba Khamenei menyampaikan penghormatan kepada ayahnya yang gugur dan berjanji melanjutkan perjuangan yang telah dirintis.
Ia mengatakan akan berusaha menjaga dan mengibarkan “panji kebenaran” yang menjadi simbol perjuangan Revolusi Islam Iran.
Pidato tersebut menjadi pernyataan politik pertama Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran, sekaligus menegaskan arah kebijakan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.












