Houthi Yaman Siap Perang Bersama Iran Hadapi AS dan Israel, Zionis Siap Luluh Lantak

favicon progres.id
juru bicara houthi ansar Allah yaman yahya saree
Juru Bicara Ansarullah (Houthi) Yaman, Yahya Saree (Dok. Houthi)

PROGRES.ID – Pemimpin kelompok Ansarullah di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa pihaknya siap berdiri di garis depan bersama Iran dalam menghadapi konflik melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan keras itu disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.

Dalam pidato yang disiarkan oleh stasiun televisi Al-Masirah TV, al-Houthi menyebut serangan terhadap Iran sebagai serangan terhadap dunia Islam secara keseluruhan. Ia juga memperingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi meluas dan menyeret lebih banyak pihak di kawasan.

“Serangan terhadap Iran adalah perang terhadap Islam dan umat Muslim,” tegasnya dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Houthi Siap Terlibat Jika Konflik Membesar

Al-Houthi menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan tinggal diam jika tekanan terhadap Iran terus meningkat. Menurutnya, Ansarullah siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul dari konfrontasi yang sedang berlangsung.

Ia juga menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat Iran dan pemerintah Republik Islam, serta menekankan kesiapan kelompoknya untuk menghadapi perkembangan militer apa pun di masa mendatang.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan gabungan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sekitar 1.300 korban jiwa dan lebih dari 10.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan berbagai wilayah di Israel serta sejumlah lokasi di Timur Tengah yang menampung aset militer Amerika.

Juru Bicara Militer Yaman: Iran Akan Mengalahkan Musuhnya

Sementara itu, juru bicara militer Yaman, Yahya Saree, juga menyampaikan pesan khusus kepada rakyat Iran melalui sebuah program televisi bertema Al-Qur’an.

Dalam pesannya, Saree menyatakan keyakinannya bahwa Iran pada akhirnya akan mampu mengalahkan kekuatan Amerika Serikat dan Israel. Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut hanya bisa tercapai jika rakyat Iran tetap menjaga persatuan nasional.

“Pada akhirnya kalian akan mematahkan kekuatan Amerika,” ujar Saree, seperti dikutip oleh Tasnim News Agency.

Ia juga memperingatkan rakyat Iran agar tidak tunduk pada tekanan Washington atau menyerahkan kemerdekaan mereka kepada Israel.

Seruan Persatuan untuk Rakyat Iran

Selain itu, Saree mendorong masyarakat Iran untuk memperkuat solidaritas nasional dan mempelajari sejarah negaranya, termasuk perkembangan sebelum dan sesudah Revolusi Iran 1979.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat Iran mampu bertahan selama puluhan tahun menghadapi tekanan internasional adalah loyalitas rakyat terhadap kepemimpinan nasional.

Ia juga mengajak generasi muda Iran untuk memahami perjalanan sejarah negara mereka serta pencapaian yang telah diraih selama lebih dari empat dekade sejak revolusi.

Konflik Timur Tengah Berpotensi Meluas

Pernyataan keras dari para pemimpin Houthi ini semakin menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas akibat konflik antara Iran, Israel, dan sekutu masing-masing pihak.

Sejumlah pengamat menilai keterlibatan kelompok-kelompok bersenjata regional seperti Houthi dapat memperluas konflik dan meningkatkan risiko perang yang lebih besar di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *