PROGRES.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan terbaru yang diklaim menghantam sejumlah target strategis di Israel. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan fasilitas intelijen militer serta beberapa titik penting milik militer Israel.
Menurut laporan yang beredar, serangan Iran disebut berhasil menghantam fasilitas Direktorat Intelijen Militer Israel, termasuk unit operasi siber yang dikenal sebagai Unit 8200. Fasilitas pengolahan data militer serta area yang menjadi tempat berkumpulnya sejumlah jet tempur Israel juga disebut ikut menjadi sasaran.
Ledakan Besar Dilaporkan di Sejumlah Kota Israel

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan dampak serangan yang cukup besar. Ledakan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Israel, termasuk di Yerusalem, Tel Aviv, Ashdod, hingga Eilat.
Selain itu, laporan juga menyebutkan kerusakan parah pada sebuah bangunan di kawasan Shahom yang berada tidak jauh dari Tel Aviv. Beberapa rekaman memperlihatkan kobaran api dan asap tebal yang membumbung tinggi setelah serangan terjadi.
Media Israel berbahasa Ibrani, Channel 12, turut mengonfirmasi adanya kerusakan di sejumlah lokasi di wilayah Israel bagian tengah akibat gelombang serangan terbaru dari Iran.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di kota Lod setelah sebuah rudal berfragmentasi Iran jatuh dan memicu api di area tersebut.
Iran Ancam Targetkan Fasilitas Perusahaan AS
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu menargetkan fasilitas milik perusahaan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah jika serangan terhadap fasilitas energi dan minyak Iran terus berlanjut.
Menurutnya, pasukan Iran dapat menyerang berbagai fasilitas perusahaan Amerika di wilayah tersebut, termasuk lokasi yang memiliki kepemilikan saham atau keterlibatan perusahaan AS.
Araghchi juga menuduh bahwa serangan terhadap pulau energi strategis Iran, Kharg Island, dilancarkan dari wilayah negara tetangga.
Ia menyatakan bahwa rudal yang diarahkan ke Iran juga ditembakkan dari negara-negara di sekitar kawasan tersebut.
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap berhati-hati dalam menentukan target serangan dan berupaya menghindari wilayah yang padat penduduk.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang kini berpotensi memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.












